Anti-Kedip, PLN Setrum Smelter Nikel hingga Ibu Kota Baru

Antara, Jurnalis · Sabtu 01 Januari 2022 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 470 2525837 anti-kedip-pln-setrum-smelter-nikel-hingga-ibu-kota-baru-Lb69ril0yi.jpg PLN Listriki Smelter hingga Ibu Kota Baru. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - PT PLN (Persero) akan memasok listrik berkapasitas 800 megavolt ampere (MVA) untuk industri pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter PT Kalimantan Ferro Industry di Sanga-Sanga, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Pasokan listrik ini juga menjadi motor penggerak roda ekonomi, khususnya di Kalimantan Timur sebagai calon ibu kota negara baru

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Utara Saleh Siswanto mengatakan, pihaknya menginvestasikan biaya sebesar Rp139 miliar untuk memasok listrik secara bertahap kepada industri nikel tersebut.

“Kesiapan pasokan listrik adalah motor penggerak roda ekonomi, khususnya di Kalimantan Timur sebagai calon ibu kota negara baru," kata Saleh, dikutip dari Antara, Sabtu (1/1/2022).

Baca Juga: Molor, Smelter PT Timah (TINS) Baru Bisa Beroperasi Semester II-2022

Dia berkomitmen akan memberikan layanan kelistrikan yang andal kepada Kalimantan Ferro Industry agar bisa beroperasi maksimal.

Menurutnya, industri dan sentra ekonomi akan menjamur di Kalimantan Timur seiring dengan ketersediaan pasokan listrik yang memadai di wilayah tersebut yang dipasok oleh PLN.

"Kami siap berkolaborasi, tumbuh dan berkembang bersama industri Indonesia guna menggerakan roda perekonomian bangsa. Anda urus bisnisnya, kami urus listriknya," ucap Saleh.

Baca Juga: Smelter Timah Hitam Pertama Beroperasi, RI Makin Ogah Ekspor Bahan Mentah

Sementara itu, Direktur Utama Kalimantan Ferro Industry Li Jian mengungkap bahwa pihaknya merasa bahagia karena proyek industri ini akan segera berjalan.

"Hari ini merupakan milestone bagi perusahaan kami dimana perusahaan kami dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN dan pemerintah daerah yang sangat mendukung proyek industri kami," kata Li.

Dukungan pemerintah daerah diberikan melalui kehadiran Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah secara daring.

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kekayaan bahan baku industri, karenanya Bupati Edy menyambut baik masuknya industri smelter nikel di sana, karena ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat.

"Semoga hal ini membawa kemajuan bagi Kabupaten Kutai Kartanagara. Kami siap bersama PLN untuk penanganan-penanganan pekerjaan listrik nantinya, tidak hanya dengan Kalimantan Ferro Industry, tetapi juga layanan PLN sehari-hari", pungkas Edy.

PLN akan memulai proyek konstruksi untuk menyalurkan tenaga listrik secara bertahap mulai 100 MVA dalam waktu 12 bulan, dan hingga tahun 2026 nanti siap menyalurkan daya tersambung total 800 MVA.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini