Menteri Basuki: Bendungan Randugunting Selesai 10 Bulan Lebih Cepat

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 470 2526570 menteri-basuki-bendungan-randugunting-selesai-10-bulan-lebih-cepat-KvlFWv8bLt.jpg Pembangunan bendungan randuginting selesai (Foto: PUPR)

JAKARTA - Pekerjaan fisik bendungan Randugunting telah rampung dan siap diresmikan awal Januari 2022. Bendungan Randugunting yang berada di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah ini memiliki kapasitas tampung 14,43 m3.

"Bendungan ini bisa selesai lebih cepat 10 bulan dari kontrak yang jatuh pada tahun 2022. Secara keseluruhan bendungan sudah selesai, tinggal perapihan gedung dan lansekap saja. Mudah-mudahan bisa diresmikan Bapak Presiden pada awal Januari 2022 ini" kata Menteri Basuki, Senin (3/1/2022).

Baca Juga: Jadi Pengendali Banjir, Bendungan Ameroro Ditargetkan Rampung 2023

Menurut Menteri Basuki, Bendungan Randugunting sudah sejak tahun 1990-an direncanakan untuk menambah suplai air bagi daerah kering di Kabupaten Blora dan Rembang. Pembangunan bendungan sendiri mulai dikerjakan pada 2018 dan selesai di awal 2022 tanpa kendala teknis untuk konstruksi dan sosial dalam pembebasan lahan.

"Kita tahu bahwa Blora dan Rembang ini termasuk rawan atau langka air. Nantinya bendungan ini bisa memberikan suplai air baku 200 liter/detik dan irigasi 670 hektare, selain juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata," sambung Menteri Basuki.

Baca Juga: Diresmikan Presiden, Bendungan Pidekso Rampung Setahun Lebih Cepat

Pembangunan Bendungan Randugunting berada di bawah tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya - PT Andesmont Sakti (KSO) dengan biaya APBN 2018-2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp880 miliar.

Selain penyediaan air baku dan irigasi, Bendungan Randugunting dengan luas genangan 187,19 hektare juga akan berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 75% atau sebesar 81 m3/detik dengan pengurangan luas areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare.

Menteri Basuki menambahkan Bendungan Randuguting juga memiliki potensi untuk selanjutnya dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan sistem solar panel.

"Bendungan ini memiliki potensi untuk solar energi. Jadi kita akan coba memasang floating solar panel di bendungan. Saat ini kita punya 231 bendungan, jika ditambah 61 bendungan yang akan selesai 2024, kita akan punya 292 bendungan. Jika semua kita pasang floating solar panel, energi terbarukan akan bisa berkembang (dari bendungan)," punkas Menteri Basuki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini