Sumber Kekayaan Sukanto Tanoto, Miliarder RI yang Beli Istana Raja di Jerman

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 455 2527758 sumber-kekayaan-sukanto-tanoto-miliarder-ri-yang-beli-istana-raja-di-jerman-yz39KYbUlU.png Sumber Kekayaan Sukanto Tanoto. (Foto: Okezone.com/RGE)

JAKARTA - Sumber kekayaan Sukanto Tanoto beragam bisnis yang digelutinya. Sukanto Tanoto juga populer berkat kemampuannya membeli aset properti bekas Istana Raja Ludwig di Munchen, Jerman.

Laporan dari OpenLux menyebut, gedung itu dibeli seharga 350 juta euro, hampir Rp6 triliun.

Dengan kemampuannya membeli properti harga selangit itu, pastinya diperlukan kekayaan yang besar pula.

Lantas, dari mana asalnya cuan milik salah satu miliarder terkaya Indonesia ini?

Melansir Forbes pada Rabu (5/2/2022), kekayaan Sukanto Tanoto tembus USD2,2 miliar per 4 Januari 2022. Angka ini setara dengan Rp31,4 triliun (kurs USD14.300/dolar).

Baca Juga: Harta Elon Musk Meroket Tembus Rp4.350 Triliun, Selamat Tinggal Jeff Bezos!

Pada Februari 2021, kekayaannya mencapai USD1,4 miliar, setara dengan Rp19,6 triliun berdasarkan kurs saat itu.

Dengan kekayaan saat ini, Sukanto menduduki peringkat ke-21 dalam daftar orang terkaya se-Indonesia dan menjadi orang terkaya ke-2141 sedunia.

Kekayaannya berasal dari bisnis kayu lapis, pulp dan kertas, minyak kelapa sawit, dan pengembangan sumber daya energi yang dijalankannya. Untuk pengembangan sumber daya energi, dijalankan di bawah perusahaan Royal Golden Eagle (RGE).

Baca Juga: 2021 Jadi Tahun Terbaik Elon Musk, Hartanya Bertambah Rp2.860 Triliun

Pada 1967, Sukanto memulai bisnis sebagai pemasok suku cadang dan pengusaha di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak. Kemudian, RGE pun berkembang dan go internasional.

Tak cuma itu, ia juga menggerakkan bisnis sumber daya energi, Pacific Oil dan Gas, dengan wilayah operasi di Indonesia, Tiongkok, Brasil, Spanyol, dan kantor pemasaran di banyak negara di seluruh dunia.

Bracell miliknya pun menjadi salah satu produsen selulosa khusus terbesar sedunia. Ini digunakan mulai dari tisu bayi hingga eskrim.

Saat ini, Sukanto mendirikan organisasi bernama Tanoto Foundation bersama sang istri pada tahun 1981. Ia pun dikenal sebagai filantropis berkat organisasi yang bergerak di bidang pendidikan itu.

Perusahaan yang dimilikinya ini telah mengalokasikan USD200 juta (Rp2,8 triliun) untuk mengembangkan bahan baku nabati dan solusi manufaktur bersih untuk pembuatan tekstil.

Sukanto kemudian menjadi sponsor Asian Games 2018 dan berkomitmen merenovasi perpustakaan dari 31 medali emas Indonesia lewat organisasinya itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini