Gadai Sertifikat Tanah untuk Usaha Produktif, Sofyan Djalil: Jangan untuk Kawin Lagi

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 470 2528456 gadai-sertifikat-tanah-untuk-usaha-produktif-sofyan-djalil-jangan-untuk-kawin-lagi-wXfYcGkxtO.jpg Menteri ATR Sofyan Djalil ingatkan sertifikat tanah adalah benda

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengingatkan masyarakat bahwa sertifikat tanah merupakan surat berharga. Untuk itu, masyarakat harus gunakan sebaik-baiknya dan jangan diberikan sembarang ke orang.

Menurutnya dengan masyarakat memiliki sertifikat tanah cenderung lebih mudah mendapatkan permodalan dari perbankan untuk mendirikan usaha dibandingkan dengan yang tidak memiliki sertifikat tanah.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Ada Seseorang Serahkan 120 Sertifikat Tanah ke Satgas BLBI

Menteri ATR/Kepala BPN mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang tidak punya sertifikat tanah, kesulitan mengajukan pinjaman ke bank untuk modal usaha, akhirnya pergi ke rentenir. Akan tetapi, apabila sudah memegang sertifikat tanah, dapat datang ke bank serta memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Namun apabila mendapat pinjaman, harus dihitung secara matang, gunakan untuk usaha produktif, jangan untuk hal-hal yang konsumtif apalagi untuk kawin lagi," ujar Menteri ATR/Kepala BPN pada keterangan tertulisnya, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: Sertifikat Tanah Digital Aman dari Serangan Siber?

Di samping itu Menteri ATR/Kepala BPN mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat pendaftaran tanah serta membereskan administrasi pertanahan.

Lebih lanjut dikatakan Sofyan Djalil Presiden juga meminta agar masalah pertanahan diselesaikan. Masalah pertanahan sudah terjadi pada waktu lalu dan banyak pihak yang tidak terlalu peduli, padahal ini menyangkut harkat hidup orang banyak.

"Hal tersebut penting dilakukan agar tidak muncul masalah pertanahan, Presiden juga meminta untuk memperbaiki administrasi pertanahan serta mempercepat pendaftaran tanah, sehingga kita menjalankan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)," sambungnya.

Dengan program PTSL, Kementerian ATR/BPN berhasil mendaftarkan 5,4 juta bidang tanah pada tahun 2017, 9,2 juta bidang tanah pada tahun 2018 dan 11,4 juta bidang tanah pada tahun 2019, sedangkan pada tahun 2020 hanya mendaftarkan 8 juta bidang tanah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini