Share

Erick Thohir Tak Mau Laju Pemulihan Ekonomi RI Padam karena Listrik

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 320 2529052 erick-thohir-tak-mau-laju-pemulihan-ekonomi-ri-padam-karena-listrik-5J6YBoxAF4.jpg Menteri BUMN Erick Thohir tak ingin ekonomi Indonesia padam karena listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa pasokan listrik menjadi salah satu komponen sentral dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, operasional semua sektor industri dalam negeri bergantung pada supply listrik yang diberikan PLN.

"Karena itu Bapak Presiden (Joko Widodo) meminta PLN dan perusahaan batu bara harus memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Kenapa? Ekonomi kita lagi tumbuh, dan listrik ini adalah komponen besar bagi pembangkitan industri dan ekonomi. Kalau sampai mati ini jadi bahaya," tegas Erick, Jumat (7/1/2022).

Baca Juga: Jumlah Pesawat Terbang di RI Sisa 200, Berkurang 50% Selama Covid-19

Erick mengatakan Indonesia merupakan negara produsen batu bara ketiga terbesar di dunia. Karenanya, di tahun ini, Erick memberikan fokus lebihnya kepada PT PLN agar tidak lagi terjadi krisis batu bara, sehingga bisa memenuhi kebutuhan listrik nasional.

“PLN tahun ini, menjadi salah satu fokus BUMN untuk bertransformasi agar lebih efisien dan adaptif dengan segala situasi. Sehingga maksimal melayani masyarakat dan bisa mengamankan kebutuhan listrik nasional,” ujar Erick.

Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Tak Jadi Bangkrut, Ini Taktik Erick Thohir

Erick kemudian menekankan tak ingin kejadian seperti krisis energi yang dialami oleh PLN terjadi lagi. Erick pun merasa aneh jika Indonesia harus mengalami krisis batu bara padahal memiliki sumber daya mineral yang begitu melimpah.

"Indonesia ini negara yang memproduksi batu bara, kalau terjadi krisis kan aneh, ada yang salah. Hongkong dan beberapa negara yang tidak banyak batu bara saja mereka tidak krisis," tegas Erick.

Erick menghadirkan solusi agar pasokan batu bara PLN aman secara berkelanjutan. Solusi tersebut adalah merestrukturisasi direksi PLN, dengan mengganti Direktur Energi Primer PLN Rudy Hendra Prastowo ke Hertanto Prabowo, meninjau ulang anak perusahaan PT PLN Batu Bara, serta membuat subholding Power Plant atau Pembangkit.

"Kalau kita sebagai negara yang punya sumber daya alam besar tidak punya rencana, apalagi tidak menjaga untuk tidak terjadi krisis, ini adalah kesalahan besar," tegas Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini