Generasi Milenial Jadi Incaran Pengembang Properti di 2022

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 470 2530061 generasi-milenial-jadi-incaran-pengembang-properti-di-2022-j4IM3SI1bA.jpeg Generasi milenial jadi target pasar properti (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Generasi milenial akan menjadi incaran para pengembang properti pada tahun 2022. Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, dengan penghasilan yang stabil, diperkirakan kaum milenial akan mampu membeli rumah kelas menengah.

Baca Juga: Ini Peluang Industri Properti 2022, dari Apartemen hingga Perkantoran

"Memang yang punya kemampuan secara finansial sementara ini adalah kaum milenial. Mereka lebih teredukasi dan penghasilannya lebih stabil dengan nilai yang mumpuni untuk membeli unit-unit dengan kelas menengah. Itu yang kita harapkan sehingga domino effect yang akan terjadi," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (10/1/2022).

Dia melanjutkan, saat ini pembangunan rumah tapak (landed houses) mulai bergeser dibangun di daerah Bogor dan Serang. Sementara untuk daerah Jakarta dan Tangerang Selatan sudah mulai bergeser ke arah rumah susun karena lahan yang semakin terbatas.

Baca Juga: Bisnis Properti 2022, Residensial hingga Industri Logistik Diprediksi Melesat

"Sejauh ini minat terbanyak di harga sampai dengan Rp1 miliar untuk landed houses. Itu yang terbesar market share-nya. Tapi dengan kondisi yang ada, mau tidak mau masyarakat harus menerima bahwa kalau di kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, itu harus tinggal di rumah susun," jelasnya.

Paulus juga optimis di tahun 2022 ini target bisa terpenuhi dengan catatan tidak ada gelombang ketiga Covid-19. Dia juga mengapresiasi pemerintah yang telah memperpanjang insentif fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah hingga Juni 2022 dengan besaran insentif 50%.

Meski demikian, insentif tersebut diharapkan bisa diperpanjang mengingat pembangunan rumah yang membutuhkan waktu minimal 8 bulan dan kendala perizinan yang masih ada di lapangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini