Terungkap! Begini Cara PLN Batubara Dapat Batu Bara

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 320 2532117 terungkap-begini-cara-pln-batubara-dapat-batu-bara-dan-untung-dari-makelar-i38ImqM1gV.jpg Batu Bara (Foto: Dokumen PLN)

JAKARTA - Kementerian BUMN buka-bukaan soal bisnis PT PLN Batubara yang merupakan anak usaha PT PLN (Persero). PLN Batubara kini terancam dibubarkan karena dianggap tidak efisien bagi bisnis PLN.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, ada margin yang diperoleh PLN Batubara dalam proses pengadaan batu bara dengan produsen. Pasalnya, PLN Batubara bertindak sebagai fasilitator energi primer. Hanya saja, skema ini dinilai tidak efisien.

"Ini kan tetap saja mau enggak mau PLN Batubara ambil margin juga pasti kan, jadi kita mau efisiensi yang akan dilakukan dengan cara ini nanti pemilik-pemilik batu bara langsung ke PLN, enggak lagi pakai di tengah-tengah, PLN Batubara, ini efisiensi dari kita," ungkap Arya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Profil PLN Batu Bara, Perusahaan yang Bakal Dibubarkan Luhut

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mencatat PLN Batubara kerap melakukan kontrak bisnis dengan para trader atau makelar. Padahal, perusahaan ditugaskan pemerintah melaksanakan pengadaan batu bara sebagai bagian wajib pasok atau Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25 persen dari produsen batu bara dengan harga untuk pembangkit listrik maksimal (HBA) USD 70 per ton.

Tugas ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No.255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batu Bara Dalam Negeri minimal 25% dari produksi batu bara. Perkaranya, langkah perusahaan berkontrak dengan makelar membuat harga tidak efisien. Sebab, harga batu bara yang dijual trader tercatat mahal.

Arya menegaskan, pihaknya memutuskan untuk membubarkan PLN Batubara. Saat ini pemegang saham tengah mengkaji langkah teknis pembubarannya. Sebelum pembubaran dilakukan, pemegang saham akan menghitung kembali jumlah aset perusahaan.

"PLN Batubara kami lagi kaji secara teknis untuk pembubarannya. Karena kan, kita perlu juga harus dihitung teknisnya, hitung asetnya seberapa banyak kan. Enggak bisa ini, harus ada proses itu juga, nanti dari sana baru kita ambil langkah untuk pembubarannya," ungkap dia.

Arya juga mencatat, alasan pembubaran anak usaha PLN itu, lantaran efisiensi bisnis. Menurutnya, pasokan batu bara pembangkit listrik tenaga uap berasal dari supply PLN Batubara yang dibeli dari produsen swasta. Hanya saja, pasokan energi primer itu dijual kembali ke perusahaan induk.

"Kemudian kenapa harus dibubarkan? Salah satunya supaya efisiensi, karena selama ini itu batu bara yang dibeli PLN itu tetap dari PLN Batubara, artinya PLN Batubara beli dari pemilik batu bara, lalu masuk ke PLN Batubara, lalu jual lagi ke PLN," kata dia.

Meski pendirian anak usaha PLN itu bertujuan mengamankan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan anak perusahaan (securing business sustainability) dengan harga yang efisien (optimizing cost efficiency), nyatanya kehadiran perusahaan hanya menjadi beban bagi bisnis BUMN di sektor kelistrikan itu sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini