Share

5 Fakta Korupsi Garuda Indonesia, Sewa Pesawat ATR Seret Nama Emirsyah Satar

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 05:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 320 2532227 5-fakta-korupsi-garuda-indonesia-sewa-pesawat-atr-seret-nama-emirsyah-satar-HBISYF5yH2.jpeg Mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar (Foto: Okezone)

4. Kronologi Kasus

Kronologi tindak pidana korupsi di Garuda Indonesia ini dibeberkan oleh Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Berdasarkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2009-2014, terdapat rencana kegiatan pengadaan penambahan armada pesawat sebanyak 64 pesawat yang akan dilaksanakan PT Garuda Indonesia.

Pengadaan dilakukan dengan menggunakan skema pembelian (financial lease) dan sewa (operating lease buyback) melalui pihak ketiga yakni Lessor Agreement. "Pihak ketiga akan menyediakan dana dan PT Garuda Indonesia. Kemudian akan membayar kepada pihak Lessor dengan cara pembayaran secara bertahap dengan memperhitungkan waktu pengiriman terhadap inflasi," kata Leonard Eben Ezer selaku Kapuspenkum Kejagung, Selasa (11/1/2022).

Kemudian RJPP tersebut direalisasikan beberapa jenis pesawat di antaranya ATR 72-600 sebanyak 50 pesawat dengan rincian 5 beli dan 45 pesawat lainnya sewa. Kemudian jenis pesawat CRJ 1000 sebanyak 18 pesawat dengan rincian pembelian 6 unit dan sewa 12 unit.

Business Plan Procedure dalam pengadaan atau sewa pesawat di PT Garuda Indonesia adalah Direktur Utama akan membentuk tim pengadaan sewa pesawat atau tim gabungan.

Tim yang dilibatkan berasal dari beberapa Direktorat, seperti teknis, niaga, operasional dan layanan atau niaga yang akan melakukan kajian dan dituangkan dalam bentuk paper hasil kajian.

Namun, dia menegaskan, pengadaan sewa pesawat tersebut diduga telah terjadi peristiwa pidana yang menimbulkan kerugian keuangan negara dan menghitung pihak Lessor. "Kasus tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara dengan waktu perjanjian tahun 2013 sampai dengan saat ini dan manipulasi data dalam laporan penggunaan bahan bakar pesawat," tutur Leonard.

5. Kejagung Periksa Mantan Dirut Garuda

Jampidsus Kejaksaan Agung telah memeriksa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar terkait penyewaan pesawat selama periode 2005-2014.

"Sudah kita mintai keterangan. Kan posisinya di sana (tahanan), kita yang datang ke sana," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Supardi saat dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Pemeriksaan itu disebut terjadi pada Senin pekan lalu. Diketahui, saat ini Emir mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Jawa Barat, sejak Februari 2021. Dia dihukum selama 8 tahun penjara atas kasus korupsi dan pencucian uang terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus, Rolls-Royce, ATR, dan Bombardier yang diusut oleh KPK.

Sementara itu, Supardi menyebut sampai Jumat pekan ini, pihaknya masih akan memeriksa sejumlah orang terkait dugaan korupsi di Garuda. Ia melanjutkan, dalam waktu dekat Kejagung akan menentukan kelanjutan penyelidikan kasus tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini