6 Fakta Menarik Tarif KRL Akan Naik Jadi Rp5.000

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 03:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 320 2532261 6-fakta-menarik-tarif-krl-akan-naik-jadi-rp5-000-n9Iv8fGnVA.jpg Rencana kenaikan tarif KRL (Foto: Antara)

JAKARTA - Tarif KRL diusulkan naik dari Rp3.000 jadi Rp5.000. Saat ini, rencana tersebut masih dalam kajian Pemerintah.

“Pemerintah masih mengkaji kapan waktu yang tepat untuk penyesuaian ini mempertimbangkan situasi yang ada. Saat ini, tarif KRL masih merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 17/2018,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan resmi.

Bagaimana rencana ini akhirnya tercetus? Simak fakta-fakta menarik seputar kenaikan tarif KRL dalam rangkuman dari Okezone, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga: Tarif KRL Belum Naik, KCI: Masih Dibahas

1. Hasil kajian dari kemampuan dan kemauan membayar masyarakat

Usulan kenaikan tarif menjadi Rp5.000 merupakan hasil kajian ability to pay (kemampuan membayar/ATP) serta willingness to pay (kesediaan pengguna untuk membayar/WTP) pada pengguna kereta api perkotaan Jabodetabek. Hasilnya, rata-rata ATP t adalah Rp8.486 untuk ongkos KRL. Sementara itu, rata-rata WTP menunjukkan Rp4.625.

Jika benar akan berlaku, tarif Rp5.000 itu akan berlaku untuk 25 km pertama. Apabila jarak tempuh lebih dari itu, penumpang akan dikenai tarif tambahan Rp1.000 untuk tiap 10 km berikutnya.

Baca Juga: KCI Buka-bukaan Alasan Tarif KRL Akan Naik

2. Penyebab tarif naik

Selain ATP dan WTP, penyebab lain kenaikan tarif KRL ini adalah tarif yang tak mengalami kenaikan selama lima tahun. Subsidi yang diberikan Pemerintah pun cukup besar. Biaya operasional yang ditetapkan PT KCI adalah Rp14.981, sementara penumpang cukup membayar Rp3.000.

Tak hanya itu, tingkat inflasi, kenaikan UMP, hingga Peningkatan Anggaran kebutuhan kewajiban pelayanan publik (PSO) terhadap penyelenggaraan pengoperasian KRL Jabodetabek juga menjadi latar belakang usulan ini.

3. Tarif naik untuk orang kaya saja?

KRL menjadi moda transportasi favorit banyak orang, bahkan dari kalangan orang kaya. Oleh karena itu, muncul usulan lain untuk membuat sistem Account Bus Ticketing (ABT) yang terintegrasi dengan data kependudukan sehingga orang kaya dapat terdeteksi dan mendapatkan tarif KRL nonsubsidi.

"Nanti akun tersebut akan berbasis NIK, pendapatannya berapa ketahuan, dengan ABT ini, nanti begitu masuk kami akan tahu, owh ini harus kena PSO (subsidi) berapa, yang ini tidak, dengan itu semua sebetulnya beres, tapi ini solusi masa depan," ujar Direktur Operasi dan Pemasaran Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wawan Ariyanto.

4. Banyak Anker tak setuju

Menanggapi isu kenaikan harga ini, banyak Anker alias anak kereta yang tak setuju. Menurut pengakuan salah satu penumpang, dia akan menyetujui kenaikan tarif tersebut jika pelayanannya diperbaiki.

"Sebenarnya sih tidak perlu dinaikan karena memang kalau untuk kereta yang menjadi transportasi umum banyak yang naik, tidak hanya orang Jakarta, kecuali kalau menang pelayanannya diperbaiki," ujar penumpang bernama Wulan.

5. Tetap akan naik KRL meski tarif meningkat

Namun, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan bahwa hasil survey menunjukkan 95,5% pengguna KRL tak akan beralih moda transportasi meski jika tarif dinaikkan.

"Namun apakah mereka akan tetap menggunakan kereta Commuter, jawabannya adalah 95,5% akan tetap menggunakan moda transportasi Kereta api meskipun tarif dinaikkan," ungkap Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

6. Aspek kajian kenaikan tarif

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan beberapa aspek yang tengah mereka kaji adalah soal peningkatan layanan, pembangunan sarana dan prasarana, hingga subsidi.

"Misalnya, berkurangnya waktu tempuh dan waktu antrian masuk ke Stasiun Manggarai, yang sebelumnya memang cukup menghambat. Tak hanya itu, Pembangunan rel dwiganda, revitaliasi Stasiun Jatinegara, Stasiun Cikarang, Stasiun Bekasi, dan sebagainya juga telah memberi kemudahan, keamanan dan kenyamanan kepada konsumen KRL,” papar Jubir Kemenhub Adita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini