Ekspor Batu Bara Kembali Dibuka, Berikut 6 Faktanya

Athika Rahma, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 320 2532607 ekspor-batu-bara-kembali-dibuka-berikut-6-faktanya-GnHExpOc4M.jpg Batu Bara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah kembali membuka keran ekspor batu bara secara bertahap, meski belum ada pengumuman resmi. Pembukaan ekspor ini menyusul semakin amannya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik nasional.

Sebelumnya, ekspor batu bara dilarang pada 1 Januari 2022. Saat itu, kebijakan ini dinilai dadakan dan menuai kontra dari kalangan pengusaha.

Berikut fakta-fakta kembali dibukanya ekspor batu bara, Sabtu (15/1/2022).

1. Dibuka Bertahap Sejak 12 Januari

Kebijakan larangan ekspor batu bara dilonggarkan sejak 12 Januari 2022. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hal ini dilakukan karena pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri sudah mencukupi 15 hingga 25 hari operasi (HOP).

Baca Juga: Heboh Tan Paulin Disebut 'Ratu' Batu Bara, Komisi VII Dalami di Panja Illegal Mining

"Kapan mau dibuka ekspor secara bertahap kita lihat Rabu,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/1/2022) lalu.

2. Sempat Dikritik Plin Plan

Pelarangan ekspor batu bara ini memang terkesan maju mundur. Meski Luhut mengatakan sudah dibuka bertahap, nyatanya Kementerian ESDM menegaskan larangan masih berlaku hingga 31 Januari.

Luhut mengatakan, keputusan ini bukan bentuk inkonsistensi pemerintah, melainkan terkait ekonomi negara.

"Jadi kalau sekarang ada yang bilang kok dibuka ekspor, ya, kan kita perlu uang," kata Luhut.

3. Diprioritaskan untuk yang Penuhi DMO 100%

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pencabutan larangan ekspor batu bara akan dilakukan bertahap ketika PLN menyatakan stok batu bara di pembangkit sudah aman.

Pembukaan bertahap keran ekspor ini akan diprioritaskan bagi produsen yang sudah memenuhi kewajiban DMO sebesar 100%.

Baca Juga: Hanya 18 dari 37 Kapal Pengangkut yang Boleh Ekspor Batu Bara, Apa Alasannya?

"Yang kita prioritaskan adalah bagi para produsen yang memenuhi 100% DMO-nya untuk diberikan prioritas pertama. Sedangkan yang belum memenuhi (DMO), agar memenuhi terlebih dahulu," ujar Arifin dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022) lalu.

4. Izinkan 18 Kapal Berlayar

Setelah dibuka bertahap, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mencabut larangan ekspor untuk beberapa perusahaan yang memuat batu bara di 18 kapal.

Dalam surat bernomor B-165/MB.05/DJB.B/2022 yang diterbitkan 13 Januari 2022, perusahaan di 18 kapal ini sudah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation/DMO sehingga dibolehkan berlayar.

5. 19 Kapal Belum Siap

Secara total, ada 37 kapal batu bara yang siap berlayar. Namun karena yang diizinkan berlayar hanya 18 kapal, maka 19 kapal lainnya masih tertahan.

Menurut surat Ditjen Minerba, ada 2 kapal yang belum dilakukan pemuatan batu bara yaitu MV. HC. SUNSHINE dan MV. INTER STEVEDORIN. Satu kapal, MV. THAI KNOWLEDGE sedang dalam proses pemuatan. Sisanya, masih belum memenuhi DMO 100%.

6. Daftar Perusahaan yang Diizinkan Ekspor

Secara rinci, 18 kapal yang dimaksud antara lain kapal milil Kideco Jaya Agung (1 kapal, 52,20 ribu ton, Multi Harapan Utama (2 kapal, 121,7 ribu ton), Marunda Graha Mineral (1 kapal, 77 ribu ton), Borneo Indobara (5 kapal 447,33 ribu ton), Ganda Alam Makmur (1 kapal, 7.492 ton), Bina Insan Sukses Mandiri (1 kapal, 107 ribu ton) dan Adaro Indonesia (7 kapal, 487,98 ribu ton).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini