Share

Varian Omicron Menyebar, Pengusaha Mal Menjerit Lagi?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Minggu 16 Januari 2022 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 320 2532950 varian-omicron-menyebar-pengusaha-mal-menjerit-lagi-d79q8OqI0Q.jpg Pengunjung Mal Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pengusaha ritel optimistis sambut 2022 dengan pencapaian yang lebih baik meski diterpa varian baru Covid-19, Omicron. Pengusaha melihat bahwa pemerintah dapat mengerahkan segala upaya untuk mengatasi varian baru dari Covid-19 ini.

"Sampai dengan saat ini penyebaran Covid-19, varian Omicron masih belum berdampak secara signifikan terhadap kondisi usaha Pusat Perbelanjaan. Oleh karenanya sampai dengan saat ini Pusat Perbelanjaan masih belum melakukan revisi atas target usaha tahun 2022," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (16/1/2022).

Baca Juga: PTSP di Pusat Perbelanjaan, Berikut Jadwal Pelayanannya

Lanjut Alphonzus mengatakan, pusat perbelanjaan berharap Covid- 19 varian Omicron tidak berdampak terlalu berat terhadap kondisi usaha seperti pada saat Covid - 19 varian Delta.

Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia bersama dengan pemerintah sudah jauh lebih siap dalam menghadapi dan mitigasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Selain itu, tingkat vaksinasi relatif sudah cukup tinggi bahkan pemerintah menargetkan 70% dari populasi sudah divaksinasi pada bulan Maret / April 2022.

Baca Juga: Libur Tahun Baru 2022, Mal Lebih Dipilih Dibanding Tempat Wisata

"Vaksinasi Booster juga sudah dimulai sejak minggu ini. Kemudian BPOM juga memberikan izin penggunaan darurat atas obat Molnupiravir," terangnya.

Lanjut ia menerangkan, terkait tingkat kunjungan, pusat perbelanjaan mengalami terus mengalami tren kenaikan sejak pemerintah memberlakukan berbagai pelonggaran yang dimulai sejak awal Agustus 2021 lalu.

Alphonzus menyebut, rata-rata tingkat kunjungan pada 2021 sekitar 60% yang mana adalah lebih tinggi dari rata-rata tingkat kunjungan pada tahun 2020 yang hanya sekitar 50% saja dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Dia pun memproyeksikan kondisi usaha pada 2022 akan lebih baik dari tahun 2020 dan 2021.

"Diperkirakan kondisi usaha Pusat Perbelanjaan akan mulai berangsur pulih normal pada paruh kedua tahun 2022 ini sehingga rata-rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan pada tahun 2022 ini akan mencapai berkisar 70% - 80%," jelas Alphonzus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini