Share

Saham Bintang Samudera (BSML) Meroket 200% Pasca IPO, BEI Pantau Ketat

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 278 2533333 saham-bintang-samudera-bsml-meroket-200-pasca-ipo-bei-pantau-ketat-xkm5xuF6Fc.jpg Saham BSML Masuk UMA (Foto: Okezone)

JAKARTA - Saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) bergerak tidak wajar. Untuk itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pergerakan saham BSML karena bergerak di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Emiten sektor energi di bidang pelayanan pengangkutan laut dan penyediaan jasa logistik ini mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Per 14 Januari 2022, BSML tercatat telah melonjak 123,07% di Rp406 dari harga Rp182 yang dicapai pada penutupan perdagangan 3 Januari 2022.

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham BSML yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," demikian tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, dikutip Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Saham Bintang Samudera (BMSL) Naik 34% Usai IPO

Hingga sesi pertama Senin (17/1/2022), BSML terkoreksi 10 poin atau -2,46% di Rp396 per saham.

Diketahui, perseroan mengumumkan informasi terakhir ihwal pemberitaan media massa pada 5 Januari 2022 melalui keterbukaan informasi BEI.

Dengan masuknya saham BSML ke dalam radar UMA, BEI meminta investor untuk terus mencermati kinerja perusahaan yang bersangkutan dalam keterbukaan informasi.

BEI juga meminta investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

Otoritas tertinggi pasar modal juga mengharapkan para investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini