Share

Jokowi Setujui Insentif PPnBM Mobil dan PPN Rumah Diperpanjang, Cek Bansos yang Cair

Antara, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 320 2533185 jokowi-setujui-insentif-ppnbm-mobil-dan-ppn-rumah-diperpanjang-cek-bansos-yang-cair-PGKE7QroVg.jpg Presiden Jokowi setujui perpanjangan PPnBM (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyetujui perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) untuk produk otomotif. Mobil dengan harga jual di bawah Rp200 juta atau LCGC (Low Cost Green Car) dikenakan PPnBM sebesar 3%, dan pemerintah akan menanggung seluruh PPnBM tersebut pada kuartal I 2022.

"Pada kuartal kedua, 2% PPnBM ditanggung pemerintah, di kuartal ketiga 1% ditanggung pemerintah, di kuartal 4 (masyarakat) bayar penuh yaitu sesuai tarifnya 3%," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (17/1/2021).

Baca Juga: Usul Mobil Rp250 Juta Bebas Pajak, Menperin: Bukan Barang Mewah

Sementara itu, untuk produk otomotif seharga Rp200 juta sampai Rp250 juta dengan tarif PPNBM normal 15%, pemerintah akan menanggung setengah PPnBM-nya pada kuartal I 2022.

"Di kuartal I sebesar 50% (dari PPnBM) ditanggung pemerintah, jadi masyarakat membayar 7,5%. Di kuartal kedua (masyarakat) membayar 'full' sebesar 15%," tambah Airlangga.

Baca Juga:Daftar Mobil yang Dapat Diskon PPnBM 0% di 2022

Dia menambahkan Presiden Jokowi juga menyetujui perpanjangan insentif fiskal properti atau Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sampai Juni 2022.

Rumah susun dan rumah tapak dengan nilai hingga Rp2 miliar, diberikan insentif PPN DTP sebesar 50% dan diperhitungkan sejak awal kontrak.

"Dan diharapkan rumah diselesaikan dalam waktu 9 bulan," tambah Airlangga.

Selanjutnya PPN DTP sebesar 25% juga diberikan untuk rumah tapak dan rumah susun senilai Rp2 miliar sampai Rp5 miliar.

Presiden Jokowi juga menyetujui "front loading" bantuan sosial, yaitu perluasan bantuan tunai bagi pedagang kaki lima (PKL), warung, dan nelayan. Jumlah bantuan sosial bagi setiap penerima sebesar Rp600 ribu dan jumlah penerima diperkirakan mencapai 2,76 juta yang terdiri dari 1 juta PKL dan pemilik warung serta 1,76 juta nelayan dan penduduk ekonomi miskin ekstrim.

Pemberian bantuan tersebut akan dilaksanakan pada kuartal I 2022.

"Akan segera dilaksanakan dan Presiden setuju bahwa untuk perlindungan sosial akan dilakukan 'front loading' di kuartal pertama," ungkap Airlangga.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2022 sebesar Rp451 triliun yang telah disetujui oleh Presiden Jokowi. Selain untuk fasilitas fiskal dan perlindungan sosial, dana PEN juga akan disalurkan untuk sektor kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini