Share

DPR Minta Sri Mulyani Bayar Utang Bulog Rp4,5 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 320 2533377 dpr-minta-sri-mulyani-bayar-utang-bulog-rp4-5-triliun-N439xFT49F.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi IV DPR RI meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melunasi piutang Perum Bulog senilai Rp4,5 triliun. Pembayaran utang itu akan membantu mendorong operasional Bulog sepanjang tahun ini.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin berharap RDP bisa merekomendasikan dan menyarankan agar Kementeruan Keuangan segera melunasi kewajiban pemerintah terhadap BUMN di sektor pangan tersebut.

"Tolong pada kesimpulan rapat (RDP) dibuatkan, diminta kepada pemerintah, saya kira Kementerian Keuangan untuk melunasi utang Bulog agar mereka bisa bekerja dengan baik dan benar," ujar Sudin dalam rapat dengar pensmdapat (RDP) bersama Direktur Utama Bulog, Budi Waseso hingga manajemen ID Food atau Holding BUMN Pangan, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani Revisi Aturan Batas Restitusi PPN Pengusaha

Dalam kesempatan terpisah, Budi Waseso menyebut, utang pemerintah senilai Rp 4,5 triliun yang belum dibayarkan pemerintah berasal dari penugasan negara perihal pengadaan impor beras dan disposal 20.000 ton.

Impor beras yang dimaksud berupa pemenuhan stok cadangan beras pemerintah (CBP) pada tahun-tahun sebelumnya. Sementara disposal 20.000 ton dengan nilai Rp 173 miliar.

"Sampai saat ini utang negara kepada Bulog itu hampir Rp4 triliun belum terbayar. Saya sampaikan disposal 20.000 ton lalu sampai saat ini belum ada pembayarannya. Negara punya utang ke kami Rp 173 miliar dari situ (disposal)," ujar Buwas.

Baca Juga: Gaji Tenaga Kesehatan Bebas Pajak Diperpanjang hingga Juni 2022

Namun, secara agregat total utang Perum Bulog hingga akhir 2021 sebesar Rp13 triliun. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari utang pengadaan CBP.

Buwas juga mencatat hingga akhir tahun ini Bulog telah menyerap beras petani sebanyak 1,2 juta ton. Sumber pendanaan jumlah serapan beras petani dalam negeri itu pun berasal dari pinjaman perbankan.

"Utang kita ini Rp13 triliun, itu di mana utang kita? Ya itu beras CBP yang 1 juta itu ton, kan berasnya dari utang. Dimana sudah kita salurkan atas penugasan negara, baru dibayarkan (belum dibayarkan)," ujar Buwwad saat konferensi pers.

Bahkan, dia memastikan pihaknya kembali melakukan pinjam manakala ada penugasan pemerintah berupa penyerapan CBP pada tahun 2022.

Menurutnya, seyogyanya pemerintah langsung melakukan pembayaran kepada Bulog, apabila pengadaan CBP yang berasal dari beras petani sudah dilakukan perusahaan. Namun, kondisi menjadi terbalik, hingga pengadaan CBP dilakukan pemerintah belum juga melakukan pembayaran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini