Share

Bentuk 9 Holding, Erick Thohir: Fungsi BUMN sebagai Penyeimbang Pasar

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 320 2533626 bentuk-9-holding-erick-thohir-fungsi-bumn-sebagai-penyeimbang-pasar-hAGny6RqDG.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pembentukan holding BUMN bukan untuk menciptakan hegemoni BUMN hingga membudayakan birokratisasi. Justru holding dipandang mampu menetralisir pasar ketika terjadi gejolak.

Erick mencontohkan, merger atau penggabungan BUMN perbankan untuk mempermudah pembiayaan bagi UMKM. Sebaliknya, merger perseroan di sektor pangan juga mendorong integrasi ekosistem pangan hingga mempermudah kepentingan petani di dalam negeri.

"Merger (BUMN Pangan) ini tidak lain jangan menjadi birokrasi, sebenarnya BUMN itukan mesti lentur, di mana, seperti industri perbankan kita yang juga bisa menghadapi swasta dan asing di kalah pasar industri perbankan sangat terbuka. Memang fungsi BUMN tak lain sebagai penyeimbang pasar, dan juga bisa mengintervensi pasar ketika pasarnya tidak baik," ujar Erick, Selasa (17/1/2022).

Baca Juga: Jadi Direksi InJourney, Cerita Maya Watono Pertimbangkan Jabatan dari Erick Thohir

Kementerian BUMN memang terus mengkonsolidasikan sejumlah klaster BUMN ke dalam masing-masing payung holding. Langkah transformasi itu akan dilakukan hingga 2024 mendatang.

Aksi korporasi Erick Thohir itu sudah dicanangkan jauh-jauh hari atau dicatatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kementerian BUMN tahun 2020-2024. Secara agregat akan ada sembilan holding yang akan dibentuk Erick.

Baca Juga: Presiden Jokowi Hari Ini Resmikan Holding BUMN Pariwisata

Kesembilan holding BUMN di antaranya, Holding Farmasi, Asuransi, Jasa Survei, industri Pangan. Lalu, Holding Industri Manufaktur, Holding BUMN Pertahanan, Holding Industri Media, Holding Layanan Kepelabuhanan, Holding Layanan Transportasi dan Pariwisata.

Saat ini sudah ada lima holding yang diresmikan diantaranya Holding BUMN Ultra Mikro. Pada September 2021 pemegang saham resmi meluncurkan berdirinya Holding BUMN Ultra Mikro. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan pengalihan saham negara pada PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Lalu, Injourney atau Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya diluncurkan pada 13 Januari 2022. Erick Thohir menaksir total aset Injourney bisa mencapai Rp260 triliun.

Adapun perusahaan pelat merah yang tergabung dalam holding ini antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

Kemudian, ID Food atau Holding BUMN Pangan yang berdiri sejak Januari tahun ini. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI ditetapkan menjadi induk holding.

Hal ini terjadi setelah pemerintah melalui Kementerian BUMN mengalihkan saham lima BUMN kepada RNI. Adapun ke 5 BUMN yang dimaksud, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia (Persero), PT Berdikari, dan PT Garam kepada

Ada Holding BUMN Farmasi yang berdiri pada Februari 2020. Dalam komposisinya, PT Bio Farma menjadi induk perusahaannya. Adapun holding BUMN farmasi terdiri dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk (PEHA).

Selanjutnya, Holding BUMN Kepelabuhan. Pendirian Holding BUMN Kepelabuhan ditandai dengan penggabungan PT Pelindo I (Persero) hingga Pelindo IV. Penggabungan itu ditandai dengan penandatanganan akta penggabungan yang sudah dilakukan pada 2021 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini