Share

Hak Jawab: Tan Paulin Pertanyakan Disebut 'Ratu' Batu Bara oleh Anggota DPR

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 320 2533636 hak-jawab-tan-paulin-pertanyakan-disebut-ratu-batu-bara-oleh-anggota-dpr-ZSJU6QS2Z8.jpg Hak Jawab Tan Paulin soal Pernyataan Anggota Komisi VII Muhammad Nasir. (Foto: okezone.com/PLN)

JAKARTA - Tan Paulin menyatakan keberatan dengan pernyataan Anggota Komisi VII Muhammad Nasir yang menyebut dirinya sebagai sosok 'Ratu Batu Bara' yang kerap mengambil hasil tambang tersebut dan tidak melaporkannya ke pemerintah.

Kuasa Hukum Tan Paulin, Hadi Prabowo menegaskan bahwa Tan Paulin merupakan pengusaha yang membeli batu bara dari tambang-tambang pemegang IUP-OP resmi. Selain itu, batu bara yang diperdagangkan sudah melalui proses verifikasi kebenaran asal usul barang dan pajak yang sudah dituangkan di Laporan Hasil Verifikasi (LHV) dari surveroy yang ditunjuk.

"Klien kami merasa sangat dirugikan karena pemberitaan tersebut jauh dari kebenaran serta tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada," ujar Hadi dalam surat yang disampaikan kepada Okezone, Senin (17/1/2022).

Baca Juga:Ā 5 Fakta Ekspor Batu Bara Dibuka, Menko Luhut Beri Peringatan Ini ke Pengusaha Tambang

Dia menjelaskan, Tan Paulin melakukan trading atau perdagangan batu bara dengan didasari Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus Pengangkutan dan Penjualan yang terdaftar di Minerba One Data Indonesia.

"Kegiatan penjualan batu bara yang dilakukan klien kami sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, di mana batu bara yang dijual mengantongi dokumen resmi," ujarnya.

Dirinya pun menegaskan bahwa tidak benar tuduhan yang disampaikan Muhammad Nasir dalam rapat antara Komisi VII dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Di mana dalam rapat dinyatakan Tan Paulin menjual batu bara curian ke luar negeri.

Baca Juga:Ā Ekspor Batu Bara Kembali Dibuka, Berikut 6 Faktanya

"Batu bara yang dijual klien kami ke luar negeri suidah melalui tahapan dan proses seusi dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlakum dokumen remsi dari IUP-OP yang memproduksi batu bara sesuai dengan kuota dari RKAB tahun berjalan sudah dikantongi," ujarnya.

Selain itu, dirinya memastikan bahwa terkait royalti fee kepada negara juga sudah dibayarkan.

"Jadi sangat tidak mendasar tuduhan yang disampaikan Muhammad Nasir pada rapat pembahasan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, terungkap ada 'ratu' batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim). Siapa dia? Hal ini terungkap saat Menteri ESDM Arifin Tasrif melakukan rapat kerja dengan Komisi VII DPR.

Rapat kerja ini diwarnai perdebatan panas antara Menteri ESDM dengan Anggota Komisi VII Muhammad Nasir.

Nasir mengkritik pemerintah yang tidak becus mengawasi tambang batu bara. Dia menyebut, ada sosok 'Ratu Batu Bara' yang kerap mengambil hasil tambang tersebut dan tidak melaporkannya ke pemerintah.

"Ada siapa ini namanya tadi, produksi 1 juta (ton) per bulan, tapi enggak laporan ke ESDM. Namanya Tan Paulin. Saya bilang, tangkap orang ini, siapa yang lindungi orang ini?" ujar Nasir dalam rapat, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, ulah pemain tersebut membuat infrastruktur di Kalimantan Timur rusak. "Waktu kita kunjungan Kalimantan Timur ini yang dibicarakan. Gara-gara dia infrastruktur yang dibangun Pemda rusak semua," tegasnya.

Berita ini sekaligus sebagai hak jawab atas pemberitaanĀ OkezoneĀ dengan judul Terungkap! Ada 'Ratu' Batu Bara di Kaltim Kantongi Rp2,5 Triliun, Siapa Dia? pada Kamis 13 Januari 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini