Share

BEI Pantau Saham Sidomulyo Selaras (SDMU)

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 278 2533738 bei-pantau-saham-sidomulyo-selaras-sdmu-MzS1ugl4p5.jpg Saham SDMU masuk pantauan BEI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) masuk pantauan Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham SDMU dalam radar pantauan akibat pergerakan di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Diketahui, emiten yang bergerak dalam bidang transportasi bahan kimia beracun dan berbahaya, dan pengangkutan minyak mentah ini mengalami lonjakan harga dalam sepekan yang naik signifikan 25%. Pada sesi terakhir perdagangan Senin (17/1), SDMU berada di level Rp140 dari Rp104.

Baca Juga: Sederet Aksi Emiten Hari Ini, Ada GEMS dan SGRO

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham SDMU yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dibidang Pasar Modal," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Saham Bintang Samudera (BSML) Meroket 200% Pasca IPO, BEI Pantau Ketat

Informasi terakhir mengenai SDMU adalah informasi tanggal 10 Januari 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham SDMU tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini