Share

Waskita Karya (WSKT) Kantongi Rp9,44 Triliun dari Rights Issue

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 278 2533887 waskita-karya-wskt-kantongi-rp9-44-triliun-dari-rights-issue-Zc0pS2PWBW.jpg Emiten Waskita Karya (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil menerima dana sebesar Rp9,44 triliun melalui rights issue yang dilaksanakan pada akhir tahun 2021.

‚ÄĚKami sangat mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari para pemegang saham kepada perseroan, terutama dalam proses¬†recovery¬†keuangan untuk terus membangun Indonesia menjadi lebih baik,‚ÄĚ kata Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono di Jakarta, seperti dikutip Harian Neraca, Selasa (18/1/2022).

Ke depannya, lanjutnya, perseroan akan fokus menjalankan bisnis operasional dengan berbekal kemampuan likuiditas yang jauh lebih baik sehingga mampu memperbaiki kinerja keuangan yang berkelanjutan. 

Baca Juga: Saham Bintang Samudera (BSML) Meroket 200% Pasca IPO, BEI Pantau Ketat

Rights issue Waskita Karya terserap 78,95% di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish, dengan menerima dana melalui publik sebesar Rp1,54 triliun dan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,90 triliun.

Adapun penebusan saham baru yang diterbitkan oleh Waskita Karya pada rights issue, mayoritas dieksekusi oleh institusi asing. Hingga akhir periode perdagangan rights issue pada tanggal 12 Januari 2022, komposisi kepemilikan saham menjadi 75,35 persen pemerintah dan 24,65% publik dengan jumlah total saham setelah rights issue sebanyak 28.806.807.016 lembar saham.

Sementara itu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan implementasi dari delapan Stream Penyehatan Keuangan Waskita, terutama melalui aksi korporasi penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan pemerintah pada kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga: Melantai di Bursa, Harga Saham Semacom Integrated (SEMA) Meroket 34%

Adapun target proceeds dari penerbitan obligasi dan sukuk ini sebesar Rp3,83 triliun dan akan digunakan untuk refinancing obligasi-obligasi yang jatuh tempo di tahun ini serta modal kerja proyek konstruksi perseroan.

‚ÄĚKami berharap para investor pasar modal maupun fixed income dapat terus memberikan dukungannya pada aksi-aksi korporasi perseroan saat ini maupun di masa mendatang,‚ÄĚ kata Taufik.

Tahun ini, perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp 30 triliun. Dimana target tersebut diyakini bakal tercapai seiring dengan realisasi perolehan nilai kontrak baru senilai Rp20,51 triliun pada 2021.

Realisasi kontrak baru hingga akhir Desember 2021 senilai Rp20,51 triliun itu mencapai 100% dari target yang ditetapkan oleh perseroan.

Destiawan Soewardjono mengatakan, perseroan terus berkomitmen meningkatkan perolehan kontrak baru baik dari dalam maupun luar negeri. Hal itu dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja keuangan dan operasional perseroan.

‚ÄúManajemen optimis dapat membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp25 triliun - Rp30 triliun di tahun 2022 ini, terutama dengan support likuiditas perseroan yang jauh lebih baik,‚ÄĚ ujarnya.

Adapun, WSKT semakin percaya diri dapat membukukan performa moncer tahun ini setelah mendapat sejumlah dukungan dari pemerintah.

Pada 2021, WSKT mendapat fasilitas pinjaman sindikasi dari Bank Himbara dengan penjaminan pemerintah. Tak hanya itu, pemerintah juga turut dalam aksi korporasi rights issue perseroan dengan menyuntikkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,9 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini