Share

Ekspor RI USD231,5 Miliar di 2021, Mendag Lutfi: Tertinggi sejak 2004

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 320 2534090 ekspor-ri-usd231-5-miliar-di-2021-mendag-lutfi-tertinggi-sejak-2004-ROSwjNbcVj.jpg Ekspor RI Cetak Rekor Tertinggi. (Foto: Okezone.com/Pelindo)

JAKARTA - Nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2021 mencapai USD231,54 miliar atau naik 41,88% dibanding periode yang sama di 2020. Capaian ekspor periode tersebut pun mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

"Jadi pada tahun 2021 ekspor kembali mencapai lebih dari USD200 miliar, yaitu USD231,5 miliar. Ini adalah angka tertinggi dari tahun 2004," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dalam konferensi pers Outlook Perdagangan 2022, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: Stop Ekspor Nikel, Jokowi Ingin RI Menang di WTO

Dalam capaian ini, Lutfi mengatakan terdapat perbedaan antara 2021 dan 2011, yakni 4 dari 5 produk ekspor adalah produk manufaktur yaitu CPO dan turunannya, besi baja, produk elektronik dan elektronika, dan kendaraan bermotor serta suku cadangnya.

Lanjutnya, capaian surplus neraca perdagangan non migas nasional sebesar USD48,60 miliar. Namun, defisit migas juga besar pada tahun 2021, sehingga total dari surplus nasional kira-kira sekitar USD35 miliar.

"Jadi kalau kita lihat ini sekarang angkanya total USD231 miliar berasal dari non migas kira-kira sekitar USD219 miliar atau tumbuh 41,52% dibandingkan periode yang sama dan ekpor pada migasnya sebesar USD12,28 miliar, tumbuh 48,78% dibandingkan periode sebelumnya," papar Lutfi.

Baca Juga: Mentan Lepas Ekspor ke 124 Negara Sebesar Rp14,4 Triliun

Sementara untuk impor, diterangkan Mendag, mencapai USD 196,20 miliar atau tumbuh 38,59%. Angka ini sehat karena pada tahun 2020 yang lalu pertumbuhan impor nasional negatif.

"Jadi impor kita adalah USD196,2 miliar dimana USD25,53 miliar adalah impor migas dan impor non-migas kita USD170,67 miliar. Menyebabkan trade pada tahun 2021 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah yaitu USD35,34 miliar naik dari USD21,62 miliar pada tahun 2020," urainya.

Lebih detail Mendag menjelaskan, trade tersebut berasal dari kabar perdagangan antara Indonesia dengan China yang tumbuh pesat, yakni ekspor-impor mencapai USD 100 miliar. Di mana pada 2021 defisit USD2,45 miliar, angka ini merupakan yang terendah sejak ditandatanganinya China ASEAN Free Trade Agreement pada tahun 2006 atau 2007 silam.

"Jadi nilai ini yang terendah, dan ini merupakan defisit terendah dimana angkanya hanya sepertiga daripada tahun lalu yaitu USD 7,85 miliar yang sebenarnya juga terendah karena sebelumnya pada tahun 2019 itu lebih dari USD 15 miliar dolar," ungkapnya.

Lanjut Mendag menjelaskan, surplus tertinggi berasal dari Amerika Serikat yakni pada 2022 tumbuh dari USD10,04 miliar menjadi USD14,52 miliar atau tumbuh 44,63%.

"Yang juga sangat menggembirakan adalah pertumbuhan dan perdagangan kita juga dengan Filipina yaitu tumbuh sekitar 38% dari USD5,31 miliar menjadi USD7,33 miliar. Dan sepertiga dari USD7,33 miliar ini datangnya dari ekspor otomotif kita," ucapnya.

Lutfi menambahkan, pertumbuhan dan perdagangan RI juga surplus dengan Vietnam dan ada tiga negara yang mengalami surplus terbesar yaitu dengan Australia yaitu USD6,2 miliar, karena pada saat itu RI membeli banyak barang-barang pembantu dari Australia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini