Share

Saham BSDE Diborong Rp29,1 Miliar, Siapa yang Beli?

Rabu 19 Januari 2022 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 278 2534454 saham-bsde-diborong-rp29-1-miliar-siapa-yang-beli-AM6w7bRN92.jpg Saham Bumi Serpong Damai Diborong. (Foto: Okezone.com/Eko Purwanto)

JAKARTA - PT Paraga Artamida kembali memborong saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) senilai Rp29,17 miliar. Paraga merogoh kocek untuk menebus 28.752.300 lembar lembar saham. Transaksi pembelian dilakukan pada harga pelaksanaan Rp1.014,67 per saham.

Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai Christy Grassela mengatakan, tujuan transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung. Disebutkan, transaksi beli Paraga itu telah dilakukan pada 13 Januari 2022. Menyusul transaksi itu, tabulasi saham Paraga bertambah 0,14% menjadi 6.831.223.164 lembar saham atau setara dengan 32,27%. Koleksi saham Paraga itu, jauh bertambah dari sebelumnya 6.802.470.864 atau 32,1%.

Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Raup Laba Rp930 Miliar di Kuartal III-2021, Meroket 154%

Sebelumnya, Paraga Artamida pada 10 Desember 2021 juga telah memborong saham BSDE sejumlah Rp 6,75 miliar. Sebagai pengendali, Paraga merogoh kocek sebesar itu, untuk menebus 6,51 juta lembar. Transaksi pembelian dilakukan pada harga pelaksanaan Rp 1.037,46 per saham. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Penjualan BSDE Capai 87% di Kuartal III-2021

Hingga kuartal tiga 2021 kemarin, BSDE meraih laba bersih sebesar Rp930,77 miliar atau melonjak 154,09% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp366,17 miliar. Sehingga laba per saham dasar meningkat menjadi Rp44,51. Sedangkan akhir kuartal III 2020 hanya Rp18,65.

Sementara pendapatan usaha perseroan juga tumbuh 20,75% menjadi Rp5,167 triliun. Rincinya, penjualan tanah, bangunan dan bangunan bertingkat tumbuh 20,32% menjadi Rp4,144 triliun. Bahkan perseroan mulai mencatatkan pendapatan konstruksi senilai Rp266,95 miliar. Tapi pendapatan sewa menyusut 10,5% menjadi Rp524,05 miliar. Senada, pendapatan pengelolaan gedung turun tipis menjadi Rp202,13 miliar.

Walau beban pokok penjualan membengkak 47,25% menjadi Rp1,854 triliun, tapi laba kotor tumbuh 9,6% menjadi Rp3,312 triliun. Menariknya, beban umum dan administrasi dapat ditekan sedalam 6,3% menjadi Rp846,95 miliar. Selain itu, perseroan membukukan keuntungan dari akuisisi anak usaha senilai Rp153,99 miliar. Sementara itu, aset perseroan menyusut sedalam 1,25% menjadi Rp60,1 triliun.

Hal itu dipicu penurunan utang bank jangka panjang sedalam 3,71% tersisa Rp2,282 triliun. Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp3,14 triliun atau melonjak 443,25% dibandingkan kuartal III 2020 yang 'hanya' Rp578,64 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini