Share

Reaksi Dirut Garuda soal Erick Thohir Bawa Kasus Sewa Pesawat ke Kejagung

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 19 Januari 2022 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 320 2534557 reaksi-dirut-garuda-soal-erick-thohir-bawa-kasus-sewa-pesawat-ke-kejagung-aEbkrexogl.jpg Reaksi Dirut Garuda soal Menteri BUMN Erick Thohir serahkan hasil audit dugaan korupsi Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir telah menyerahkan laporan dugaan korupsi di maskapai Garuda Indonesia (GIAA) ke Kejaksaan Agung. Laporan ini dilakukan di saat Perseroan menghadapi persoalan internal yang belum kunjung selesai.

Bahkan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pernah mengatakan, secara teknis Garuda Indonesia sudah bangkrut, meski secara legal masih belum dinyatakan bangkrut.

Baca Juga: 5 Fakta Korupsi Garuda Indonesia, Sewa Pesawat ATR Seret Nama Emirsyah Satar

Maskapai dengan kode saham GIAA ini terus berupaya untuk tetap survived. Selain melakukan pembenahan di dalam, permohonan kebijakan penundaan pembayaran utang (PKPU) juga dilakukan. Upaya ini untuk meringankan beban utang yang menumpuk hingga Rp198 triliun. PKPU diharapkan bisa memberikan sinyal positif untuk kelanjutan maskapai BUMN ini.

Apakah bersih-bersih dan restrukturisasi ini bisa menjadi semangat baru untuk Garuda Indonesia bangkit dari keterpurukan?

Baca Juga: Kejagung Ungkap Mantan Dirut Garuda yang Diselidiki Terkait Korupsi Adalah Emirsyah Satar

"Ini karena sudah dilaporkan dan sudah masuk ke ranah hukum, ada kewajiban kita untuk mendukung dan membuka akses informasi data seterbuka mungkin, jadi kami sudah memberikan komitmen ke Kejaksaan Agung untuk mendukung proses penyidikan dan penyelidikan, dan mempersiapkan baik itu karyawan Garuda yang masih aktif maupun pensiunan untuk bisa dimintakan keterangan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam IDX 1st Session Closing, Rabu (19/1/2022).

Irfan mengatakan proses hukum ini dinilai tidak mempengaruhi restrukturisasi. Melalui diskusi dengan berbagai pihak, lanjut Irfan, apa yang dilakukan Menteri BUMN tersebut menunjukkan bahwa Garuda bukan semata-mata melakukan restrukturisasi utang, namun di segala lini.

"Ke depan garuda bukan hanya akan tumbuh lebih besar, tetapi juga lebih baik dan memberikan sinyal kepada publik bahwa kita serius melakukan restrukturisasi di Garuda dan di semua lini," katanya.

Lebih lanjut Irfan mengibaratkan 'bersih-bersih' perlu dilakukan ketika diindikasikan ada yang kotor.

"Dan saya, tugas manajemen hari ini itu adalah memastikan ke depan jangan lagi ada kotoran-kotoran baru, untuk itu banyak hal kita lakukan, seperti transparansi, komunikasi ke stakeholder untuk memastikan bahwa bisnis proses akan lebih baik kita terapkan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini