Share

Serap Dana IPO Rp1,2 Triliun, Mitra Keluarga (MIKA) Bangun Rumah Sakit Baru

Kamis 20 Januari 2022 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 278 2535080 serap-dana-ipo-rp1-2-triliun-mitra-keluarga-mika-bangun-rumah-sakit-baru-FairKQULpw.png RS Mitra Keluarga. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Emiten rumah sakit, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 1,2 triliun sesuai dengan rencana perseroan. Di mana MIKA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2015.

Direktur Mitra Keluarga Karyasehat Joyce Vidyayanti mengatakan, perseroan telah merampungkan pengeluaran seluruh dana IPO perseroan.

Baca Juga: Penjualan Obat Naik, Emiten RS Mitra Keluarga Untung Besar Rp883,7 Miliar

”Rincian penggunaan dananya untuk biaya pembangunan rumah sakit baru mencapai 56% dana sebesar Rp676,73 miliar," ujarnya, di Jakarta, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (20/1/2022).

Selanjutnya, sebanyak 20% dana dipakai untuk pengembangan peralatan medis dan infrastruktur teknologi informasi sebesar Rp241,68 miliar. Selanjutnya, pembelian tanah sebesar 16% mencapai Rp193,35 miliar dengan ekspansi rumah sakit lama sebesar 8% dari total dana sebesar Rp49,1 miliar. Dengan demikian, sisa dana hasil penawaran umum mencapai Rp56,6 miliar.

Baca Juga: Emiten RS Mitra Keluarga Buyback Saham Tahap Kedua

Sebelumnya, Investor Relations Mitra Keluarga Karyasehat, Aditya Wijaya pernah bilang, untuk pembangunan rumah sakit sejauh ini masih sesuai dengan rencana awal. Di mana MIKA ini membuka 1 rumah sakit baru di Pondok Tjandra, Sidoarjo, Jawa Timur pada Februari 2021 lalu.

"Untuk tahun 2022 akan ada 2 RS baru yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dan direncanakan akan dibuka tahun 2022 nanti yaitu di Deltamas, Jawa Barat dan Pamulang, Tangerang Selatan," jelasnya.

Lebih lanjut, MIKA juga bakal mengakuisisi 1 rumah sakit baru. Disampaikan Aditya, jika semua berjalan lancar kemungkinan akan ada satu rumah sakit yang dapat diakuisisi paling lambat awal tahun 2022. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2021, perseroan mencetak pendapatan bersih sebesar Rp3,4 triliun naik 47,12% dibandingkan dengan Rp2,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 30 September 2021 senilai Rp882,76 miliar, naik 68% dibandingkan Rp525,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan diuntungkan dengan kenaikan penjualan obat dan perlengkapan medis dengan kontribusi hingga Rp 1 triliun, naik 99,85% dari sebelumnya Rp669,91 miliar. Disusul lonjakan permintaan kamar rawat inap dengan kontribusi mencapai Rp440,89 miliar atau melesat 54,72% dari akhir September 2020 Rp284,96 miliar.

Pertumbuhan juga dicetak segmen lainnya, seperti layanan penunjang medis, kamar operasi bersalin, administrasi hingga jasa tenaga ahli masing-masing bertumbuh 51,73%, 28,83%, 42,82% dan 67,68%. Sehingga jumlah pemasukan dari rawat inap berjumlah Rp2,23 triliun.

Begitu juga dengan pendapatan dari segmen rawat jalan, layanan penunjang medis, obat, jasa hingga registrasi menambah tebal pemasukan perseroan dengan kontribusi sebesar Rp1,16 triliun, atau mencatatkan pertumbuhan 99,86% dari periode yang sama tahun lalu Rp814,20 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini