Share

Bangun Ibu Kota Nusantara, Sri Mulyani Tahan-Tahan Tarik Utang

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 470 2535016 bangun-ibu-kota-nusantara-sri-mulyani-tahan-tahan-tarik-utang-LgObZNHP1l.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Berada di Titik Nol Ibu Kota Negara. (Foto: Okezone.com/Instagram)

JAKARTA - Pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) karena manfaat pada pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan nasional, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.

"Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), yang sebelumnya sedikit tertunda karena fokus APBN lebih pada penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi," kata Febrio Kacaribu di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: Ibu Kota Nusantara Dimulai, Ini Proyek Infrastruktur yang Pertama Dibangun

Kata dia, porsi APBN dalam pembiayaan IKN dilaksanakan dengan terukur dalam koridor pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, dalam jangka pendek, anggaran IKN tidak akan mengganggu fokus pemerintah untuk penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Artinya, pemerintah bakal mengelola fiskal yang sehat adalah bahwa APBN tetap mampu melakukan konsolidasi fiskal di tahun 2023 secara optimal, mendorong keseimbangan primer menuju positif dan mengendalikan rasio utang.

Baca Juga: Fakta-Fakta Menarik Nusantara Ibu Kota Baru, PNS Pindah Dapat 'Bonus'

"Dan dapat mengendalikan biaya utang baik bunga dan pokok utang dalam batas toleransi sehingga dapat membuat ruang fiskal lebih fleksibel”, kata Febrio.

Ke depan, dengan pemulihan ekonomi yang semakin kuat dan berkualitas diiringi reformasi fiskal yang komprehensif, proyek strategis IKN juga dapat berjalan beriringan dengan konsolidasi fiskal yang sangat penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

"Pada APBN 2022 dengan defisit yang diperkirakan lebih kecil dari 4,85% PDB. Pemerintah memastikan bahwa pelaksanaan proyek strategis IKN berjalan dalam koridor pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah-panjang," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini