Share

BEI Pantau Ketat Saham Wahana Inti Makmur (NASI), Kenapa?

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 278 2535575 bei-pantau-ketat-saham-wahana-inti-makmur-nasi-kenapa-uYbMKxJGmU.jpg BEI Pantau Ketat Saham NASI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) pantau ketat saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI).

Saham NASI bergerak liar karena mengalami peningkatan harga yang tidak wajar yang masuk dalam kategori di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham NASI yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal," demikian isi surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, Jumat (20/1/2022).

Baca Juga: Wahana Inti Makmur (NASI) Melantai di Bursa Hari Ini

Emiten produsen dan distributor beras ini tercatat menguat secara masif sejak pembukaan perdagangan di awal tahun Senin 3 Januari 2022 yang saat itu berakhir di Rp236.

Usai IPO pada 13 Desember 2021, penguatan harga saham NASI berlangsung fluktuatif seiring dengan sejumlah koreksi di beberapa hari terakhir.

Perhitungan perdagangan awal tahun hingga Kamis 20 Januari 2022, NASI telah menguat 81,35% di harga Rp428, dan sempat menyentuh all time highnya di Rp440. Apabila dihitung dari harga perdana IPO di Rp155, maka kenaikan NASI telah tembus sebanyak 176,12%

Pada perdagangan Jumat pagi (21/1/2022), hingga pukul 09:56 WIB, NASI terpantau mengalami koreksi -12 poin atau -2,80% di Rp416, dengan transaksi sebanyak 13,16 juta lembar senilai Rp5,64 miliar.

BEI mencatat perseoran memberikan informasi terakhir pada 10 Desember 2021 yang berkaitan soal pencatatan saham perdana perseroan.

Dengan masuknya saham NASI ke dalam radar UMA, BEI meminta investor untuk terus mencermati kinerja perusahaan yang bersangkutan dalam keterbukaan informasi.

BEI juga meminta investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

Otoritas tertinggi pasar modal itu juga mengharapkan para investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini