Share

3 Fakta LRT Jabodebek, Biaya Proyek Bengkak hingga Tarif Dinaikkan Jadi Rp15 Ribu

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 320 2535707 3-fakta-lrt-jabodebek-biaya-proyek-bengkak-hingga-tarif-dinaikkan-jadi-rp15-ribu-c2CnJKcGG8.jpg Progres proyek LRT (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kabar baik datang dari perkembangan proyek LRT (lintas raya terpadu). Pasalnya, layanan transportasi umum ini disebut Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo akhirnya bakal beroperasi mulai Agustus 2022.

Namun begitu, terdapat beberapa kabar lain, mulai dari bengkaknya biaya proyek hingga naiknya tarif. Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone pada Senin (24/1/2022):

Baca Juga: LRT Jabodebek Beroperasi Agustus 2022

1. Pembengkakan Biaya

Biaya proyek Light Rail Transit (LRT) meningkat Rp2,6 triliun. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan Commercial Operation Date (COD) Jabodebek. Menurut Didiek, keterlambatan ini terkait pembebasan lahan di Depo Bekasi Timur.

"Kalau kita lihat, ada cost overrun (pembengkakan biaya) Rp2,6 triliun karena pergeseran target COD (commercial operation date) yang semula 2019 menjadi bulan agustus tahun 2022, terutama terkait pembebasan lahan di Depo Bekasi Timur," ujarnya Didiek dalam webinar virtual, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Belum Beroperasi, Tarif LRT Jabodebek Akan Naik Jadi Rp15.000

2. Tarif Jadi Naik

Selain pembengkakan biaya, Didiek menyebut keterlambatan COD ini juga menyebabkan naiknya tarif dasar LRT. Tarif dasar jika pada tahun 2019 Rp12.000 sedangkan untuk beroperasi bulan agustus mendatang tarifnya naik Rp3 ribu, atau menjadi Rp15 ribu.

โ€œDalam klausul perjanjian Kalau ada cost overrun dan ini tidak dicover dan menjadi beban untuk peminjam, sehingga pinjaman sindikasi yang diterima itu hanya porsi pinjaman saja,โ€ bebernya.

3. KAI Sempat Jatuh, Aman Berkat PMN

Menurut Didiek, PT KAI sendiri mengalami berbagai tekanan karena pandemi Covid-19 yang berdampak pada kerugian di tahun 2020-2021. Namun, KAI berhasil bangkit karena dukungan pemerintah, salah satunya melalui PMN.

"Namun PT KAI akhirnya mendapat dukungan pemerintah yang salah satunya dalam bentuk dukungan PMN sebesar Rp2,6 triliun," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini