Share

Mengejutkan! Ada Logam Tanah Jarang di Lumpur Lapindo, 'Harta Karun' Super Langka

Athika Rahma, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 320 2535782 mengejutkan-ada-logam-tanah-jarang-di-lumpur-lapindo-harta-karun-super-langka-hCVCl8Rg8i.jpg Lumpur Lapindo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian ESDM memaparkan potensi kandungan logam tanah jarang (rare earth element) di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Logam ini merupakan mineral super langka yang bermanfaat mendukung industri listrik, batu bara, teknologi hingga kesehatan.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, studi untuk mempelajari kandungan logam ini sudah dimulai sejak 2020.

"Jadi memang kami di tahun 2020 melakukan kajian logam tanah jarang ini dengan Puslitbang tekMIRA (Teknologi Mineral dan Batu bara) dan ini baru selesai akhir 2021," ujar Eko dalam konferensi pers, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Mengenal Rare Earth, Mineral Berharga yang Dibahas Menko Luhut dan Prabowo

Dari hasil studi itu, erdapat indikasi adanya logam tanah jarang yang sangat langka. Namun, jumlahnya belum diketahui karena pihaknya masih mengintegrasikan temuan dengan Puslitbang tekMIRA Kementerian ESDM.

"Hasilnya masih dalam proses, ini kan baru selesai tahun 2021, jadi kalau sudah selesai menyeluruh akan disampaikan. Ini perlu ada integrasi data jika sudah selesai mudah-mudahan bisa diketahui berapa jumlah logam tanah jarang di Sidoarjo ini," katanya.

Menurut Eko, selain logam tanah jarang, sebenarnya terdapat logam critical raw material (CRM) yang juga ditemukan di sana. Bahkan, jumlahnya diindikasi lebih besar dibanding logam tanah jarang itu sendiri.

CRM sendiri adalah mineral mentah yang sangat penting untuk industri, contohnya bauksit, cobalt, antimoni, baryte dan lainnya.

Sebelumnya, Eko menyebutkan pihaknya melakukan studi di 9 lokasi untuk mengidentifikasi logam tanah jarang pada 2020. Salah satu lokasi yang ternyata menunjukkan adanya potensi logam ini adalah lumpur Lapindo.

Sementara, mengutip data Pusat Sumber Daya Mineral Batu bara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi, terdapat 28 lokasi yang memiliki potensi logam tanah jarang, dengan rincian 16 lokasi di Sumatera, 7 lokasi di Kalimantan, 3 lokasi di Sulawesi dan 2 lokasi di Jawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini