Share

4 Fakta Tarif Listrik Non Subsidi Akan Naik, Jangan Kaget Tagihan Membengkak

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 22 Januari 2022 05:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 320 2535799 4-fakta-tarif-listrik-non-subsidi-akan-naik-jangan-kaget-tagihan-membengkak-OH6fYoFHon.jpg Tarif Listrik Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Fakta mengenai tarif listrik non subsidi akan naik di tahun ini. Sebab dikabarkan pemerintah belum melakukan penyesuaian tarif sejak tahun 2017 yang lalu.

"Sejak 2017 kita menahan, tentu ada ongkosnya berupa kompensasi. Dan betul, di Banggar terakhir kita sepakat 2022 ini akan diterapkan, maksimal 6 bulan lah, artinya selebihnya tidak," ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers, Selasa (18/1/2022).

Dan berikut fakta-faktanya yang dirangkum Okezone, Sabtu (22/1/2022).

1. Naik di Kuartal III atau IV 2022

Tarif listrik non subsidi dipastikan akan naik tahun ini. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menuturkan, evaluasi penyesuaian tarif listrik ini dilakukan per triwulan. Untuk triwulan I tahun ini, tidak ada penyesuaian tarif listrik.

Baca Juga: Dukung Subsidi Listrik Langsung ke Masyarakat, Erick Thohir Singgung Mafia

"Triwulan II, III dan IV belum ditentukan, tapi saya perkirakan karena ada omicron ini triwulan II mungkin enggak (diberlakukan). Triwulan III, IV mungkin. Pertimbangannya, kita tunggu dulu kondisi termasuk komoditas minyak goreng, LPG, kita tunggu 'anteng', jangan semuanya naik," katanya.

2. Komisi VII Peringatkan PLN

Sebelum itu, pimpinan Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno pernah meminta rencana kenaikan tarif listrik bagi kelompok non subsidi dikaji ulang.

Menurut Eddy, kenaikan tarif listrik akan memberatkan bagi konsumen yang sampai hari ini ekonominya masih terdampak Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Mafia Subsidi Listrik, Siapa Dia?

"Bagaimanapun juga pelanggan listrik non subsidi juga terdampak Pandemi Covid-19. Dalam hal ini usaha menengah, rumah tangga dan komersial. Karena itu PLN harus mengkaji secara seksama rencana kenaikan tarif listrik yang tentunya semakin memberatkan konsumen," ujar Eddy dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

3. Menunggu Situasi

Namun, kenaikan tarif ini menunggu situasi tenang di masyarakat. Rida mengatakan penyesuaian tarif listrik belum ditentukan kapan akan dimulai. Yang jelas, penerapannya bersifat kondisional, memperhatikan kondisi ekonomi saat ini.

"Saya enggak tahu setelah Omicron ada apa lagi, jangan sampai ada yang selanjutnya. Kalau sekiranya daya beli masyarakat sudah baik, daya saing industri makin kompetitif, ya, kenapa pula kita tahan," katanya.

Sebab, sudah banyak komoditas naik, mulai tarif cukai, pangan, LPG hingga harga minyak goreng. Kenaikan tarif listrik non subsidi sudah diputuskan dalam rapat pemerintah dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

4. Daftar Listrik Non Subsidi 13 Golongan

Berikut daftar 13 golongan listrik non subsidi:

- Pelanggan rumah tangga

1. 1.300 VA

2. 2.200 VA

3. 3.500 VA - 5.500 VA

4. 6.600 VA ke atas

5. 900 VA-RTM

- Pelanggan bisnis

6. 6.600 VA - 2 kVA

7. 200 kVA ke atas

- Pelanggan industri

8. 200 kVA ke atas

9. 30.000 kVA ke atas

- Kantor pemerintahan

10. 6.600 VA - 200 kVA

11. 200 kVA ke atas

12. Penerangan jalan umum

13. Layanan khusus dengan tarif Rp 1.644,52 per kWh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini