Share

Penerimaan CPNS 2022 Ditiadakan, Ini 5 Faktanya

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 22 Januari 2022 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 320 2535805 penerimaan-cpns-2022-ditiadakan-ini-5-faktanya-JSe8dR8yRz.jpg Seleksi CPNS 2022 Ditiadakan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2022 resmi ditiadakan. Dan pada 2022, pemerintah hanya membuka rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk Sekolah Kedinasan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo beberapa hari yang lalu.

Dan berikut fakta dan penjelasan Kemenpan RB tentang CPNS 2022 ditiadakan, Jakarta, Sabtu (22/1/2022).

1. Penjelasan MenPANRB

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo memastikan tidak akan ada rekrutmen CPNS tahun ini. Dia mengatakan, pada tahun ini pemerintah hanya akan merekrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga: Menpan RB Minta Seleksi CPNS 2021 Segera Dituntaskan

“Untuk Seleksi CASN Tahun 2022, pemerintah fokus melakukan rekrutmen PPPK, dan di tahun ini, formasi untuk CPNS tidak tersedia. Untuk itu, berbagai kebijakan tengah disusun sebagai dasar kebijakan dalam pelaksanaan Seleksi CASN tahun 2022 ini,” jelas Tjahjo, Selasa (18/1/2022).

Tjahjo mengatakan bahwa keputusan rekrutmen PPPK pada tahun ini telah tertuang dalam Surat Menteri PANRB No. B/1161/M.SM.01.00/2021 tertanggal 27 Juli 2021 perihal Pengadaan ASN Tahun 2022. Adapun Seleksi CASN 2022 akan difokuskan untuk merekrut tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga penyuluh.

2. Beralih ke Digital

Dia mengatakan, saat ini pemerintah tengah melakukan transformasi digital menuju Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Sehingga perlu dikaji secara menyeluruh dampaknya kepada kebutuhan ASN di semua Instansi Pemerintah.

Baca Juga: Rekrutmen Tenaga Honorer Dilarang, Tjahjo Siapkan Sanksi Pemda Nakal

Apalagi menurutnya jabatan pelaksanaan akan berkurang dengan adanya transformasi digital tersebut.

“Kondisi saat ini lebih dari sepertiga ASN menempati jabatan pelaksana yang diperkirakan 30-40% akan berkurang kebutuhannya seiring dengan progres transformasi digital yang dicanangkan pemerintah,” ungkap Tjahjo Kumolo.

“Perlu dipersiapkan strategi alih tugas melalui upskilling dan re-skilling mereka agar mampu melaksanakan pekerjaan yang masih akan dibutuhkan kedepan,” tambahnya.

3. Mencontoh Negara Maju

Dia mengatakan, bahwa kebijakan untuk merekrut PPPK ini berkaca dari kebijakan yang diimplementasikan oleh beberapa negara maju. Kebijakan tersebut adalah jumlah ASN yang jumlah civil servant atau pembuat kebijakan (PNS) lebih sedikit, dan jumlah government worker/public services (PPPK) lebih banyak.

“Mengacu kepada hal contoh baik tersebut, maka pemerintah Indonesia perlu mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh berbagai negara maju sebagai langkah memodernisasi birokrasi secara cepat,” ungkapnya.

4. Rekrutmen CPNS Lebih Lama

Tjahjo juga menyebutkan bahwa pertimbangan lain untuk tidak membuka formasi CPNS pada Seleksi CASN 2022 adalah mengenai keterbatasan waktu.

Disebutkan bahwa rangkaian pelaksanaan seleksi CPNS relatif membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan PPPK. Sehingga dikhawatirkan tidak akan selesai tepat waktu jika membuka formasi CPNS pada tahun ini.

5. Rekrutmen CPNS Masih Ada

Namun, bukan sepenuhnya formasi CPNS dihilangkan dalam Seleksi CASN Tahun 2022. Formasi CPNS masih tetap dibuka melalui skema sekolah kedinasan.

Formasi CPNS juga dapat dibuka kembali secara terbatas pada tahun 2023 yang. Hal ini tentunya mengikuti arah kebijakan untuk tahun 2023 serta dengan kejelasan kriteria bagi formasi jabatan yang akan dibuka untuk skema CPNS maupun PPPK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini