Share

Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kenaikan Stok AS

Antara, Jurnalis · Sabtu 22 Januari 2022 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 320 2536056 harga-minyak-dunia-turun-imbas-kenaikan-stok-as-nkOIuPumZJ.jpg Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia turun untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak dunia tertekan oleh kenaikan tak terduga dalam persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS sementara investor mengambil keuntungan setelah menyentuh level tertinggi tujuh tahun pada awal pekan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret merosot 49 sen atau 0,6%, menjadi menetap di USD87,89 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret kehilangan 41 sen atau 0,5%, menjadi ditutup di USD85,14 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun karena Ancaman Fed Rate Naik

Namun, kedua minyak mentah acuan itu naik untuk minggu kelima berturut-turut, menguat sekitar 2,0% minggu ini. Harga minyak telah naik lebih dari 10% sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran atas pengetatan pasokan. Awal pekan ini, baik Brent maupun WTI juga naik ke level tertinggi sejak Oktober 2014.

"Kemunduran terbaru kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi aksi ambil untung sebelum akhir pekan dan tidak adanya katalis bullish baru," kata analis PVM Stephen Brennock, mencatat data bearish pada Kamis (20/1/2022) dari Badan Informasi Energi (EIA).

Baca Juga: Wuss Harga Minyak Brent Dekati Level USD84/Barel

EIA melaporkan kenaikan stok AS pertama sejak November dan persediaan bensin pada level tertinggi 11 bulan, berlawanan dengan ekspektasi industri.

"Pedagang energi tidak terkejut melihat reli harga minyak melambat," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. "Minyak mentah WTI turun setelah kenaikan mengejutkan dengan stok AS dan menyusul 'pendarahan' di Wall Street yang mengirim aset-aset berisiko jatuh bebas."

"Harga minyak mentah mungkin tidak memiliki tiket sekali jalan ke 100 dolar AS, tetapi fundamental sisi penawaran pasti mendukung hal itu bisa terjadi pada musim panas," kata Moya.

Analis lain juga mengatakan mereka memperkirakan tekanan saat ini pada harga akan terbatas karena kekhawatiran pasokan dan meningkatnya permintaan.

OPEC+, yang mengelompokkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dengan Rusia dan produsen lainnya, sedang berjuang untuk mencapai target peningkatan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari (bph).

Di Amerika Serikat, perusahaan energi mengurangi jumlah rig minyak minggu ini untuk pertama kalinya dalam 13 minggu. Ketegangan di Eropa Timur dan Timur Tengah juga meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Para diplomat tinggi AS dan Rusia tidak membuat terobosan besar dalam pembicaraan di Ukraina pada Jumat (21/1/2022) tetapi sepakat untuk terus berbicara guna mencoba menyelesaikan krisis yang telah memicu kekhawatiran akan konflik militer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini