Share

Fenomena Flexing Alias Pamer Kekayaan, Apa Semuanya Benar?

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Sabtu 22 Januari 2022 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 622 2536194 fenomena-flexing-alias-pamer-kekayaan-apa-semuanya-benar-qwW8LgKlfw.jpg Fenomena flexing di era modern (Foto: Shutterstock)

JAKARTA โ€“ Fenomena flexing tengah marak terjadi terutama di zaman modern ini. Flexing merupakan suatu tindakan memamerkan kekayaan yang dimiliki seseorang kepada orang lain.

Founder Yayasan Rumah Perubahan Prof Rhenald Kasali mengatakan bahwa belakangan di era sosial media banyak orang yang muncul dengan menguasai media. Di mana mereka secara bebas bisa menayangkan sesuatu tanpa perantara editor atau tidak ada yang menyaring sehingga semua orang bisa menjadi terkenal.

Baca Juga: Waspada Flexing, 'Penyakit' Pamer Kekayaan Bisa Dipakai di Marketing

โ€œKita menyaksikan semua banyak YouTuber yang menggunakan kekayaan atau seakan-akan kaya. Kalau mereka menyebutkan kaya barang kali mereka justru belum kaya. Ya, kurang lebih demikian,โ€ kata Prof Rhenald seperti dikutip dari laman resmi akun YouTube-nya, Jakarta, Sabtu (22/1/2022).

Dia memberi contoh, fenomena yang sempat viral yakni pembelian BTS Meal yang saat itu banyak diincar oleh kaum anak muda. Lalu, konten seputar BTS Meal pun tayang di berbagai platform media sosial mulai dari YouTube, Tiktok.

Dalam unggahan videonya tersebut, memperlihatkan dua anak perempuan yaitu Sisca Kohl dan Aliyyah Kohl. Dengan memakai pakaian kompak berwarna ungu duduk dibangku sembari memamerkan hidangan BTS Meal mereka yang memenuhi meja di depannya.

Baca Juga: Mengenal Fenomena Flexing, 'Penyakit' Pamer Kekayaan! The Real Sultan Tidak Berisik

โ€œAda seorang gadis kecil namanya Sisca Kohl dan adiknya Aliyyah Kohl yang memamerkan. Dia membeli cuma sekian tidak banyak, tapi banyak sekali ternyata,โ€ tandasnya.

Kemudian, seorang pengusaha kosmetik yang memberikan hadiah anniversary pernikahan kepada pasangannya berupa private jet.

Menurutnya, kalau pun itu benar terjadi seharusnya lebih melihat itu sebagai privasi karena akan menghadapi kesulitan. Sebab, tak berselang lama yang mengucapkan selamat adalah Dirjen Pajak. Tentunya, private jet tersebut akan dikenakan pajak.

โ€œItu sebabnya orang-orang lama tidak mau menunjukkan bahwa rumahnya mewah,โ€ ujar dia.

Dulu saat pajak masih ditentukan oleh kantor pajak bukan sistem pemungutan pajak. Ketika menjadi seorang wartawan, Prof Rhenald pernah berkunjung ke suatu daerah. Di bagian luar, rumahnya terlihat jelek. Lantas, setelah masuk ke bagian dalam rumah itu dia terkejut karena mewah sekali.

โ€œJadi, di bagian depan memang sengaja dibuat tidak menarik sama sekali tapi ternyata mereka kaya raya. Tapi rupanya sekarang kebalikan, orang yang belum kaya mengaku kaya,โ€ paparnya.

Tak hanya itu, sebutan gelar sultan juga silih berganti terdengar. Dengan pamer mobil dan rumah hektaran. Kemudian, istilah tren review saldo juga gencar beredar.

Sementara itu, kata dia, aktivitas flexing ini mungkin hanya untuk kesenangan saja karena angka bisa diedit, pengakuan bisa dibuat. Namun demikian, kejadian seperti ini bisa ditiru oleh orang lain bahkan nantinya menjadi gaya hidup suatu generasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini