Share

Ada Aturan Baru, PLTS Atap Bisa Serap 121.500 Tenaga Kerja hingga Investasi Rp63,7 Triliun

Athika Rahma, Jurnalis · Minggu 23 Januari 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 320 2536438 ada-aturan-baru-plts-atap-bisa-serap-121-500-tenaga-kerja-hingga-investasi-rp63-7-triliun-4hSdJlHWwv.jpg PLTS (Foto: Antara)

JAKARTA - Manfaat yang bisa diraih dari proyek PLTS atap, dari serapan tenaga kerja hingga investasi.

Terlebih lagi, Kementerian ESDM telah menerbitkan aturan baru yang mengatur ketentuan PLTS atap, yaitu Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021.

 

Baca Juga: Aturan Baru PLTS Atap Terbit, Bisa Ekspor Listrik 100%

Peraturan Menteri ini merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya sebagai upaya memperbaiki tata kelola dan keekonomian PLTS Atap. Peraturan ini juga sebagai langkah untuk merespon dinamika yang ada dan memfasilitasi keinginan masyarakat untuk mendapatkan listrik dari sumber energi terbarukan, serta berkeinginan berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca.

"Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap ini dapat dilaksanakan dan telah didukung oleh seluruh stakeholder sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 18 Januari 2022", ujar Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana di Jakarta, Minggu (21/1/2022).

Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM, target PLTS Atap sebesar 3,6 GW yang akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2025, akan berdampak positif pada hal-hal di antaranya:

1. Berpotensi menyerap 121.500 orang tenaga kerja;

2. Berpotensi meningkatkan investasi sebesar Rp. 45 Triliun s/d Rp. 63,7 Triliun untuk pembangunan fisik PLTS dan Rp. 2,04 Triliun s/d Rp. 4,1 Triliun untuk pengadaan kWh Exim;

3. Mendorong tumbuhnya industri pendukung PLTS di dalam negeri dan meningkatkan daya saing dengan semakin tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN);

4. Mendorong green product sektor jasa dan green industry untuk menghindari penerapan carbon border tax di tingkat global;

5. Menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 4,58 Juta Ton CO2e;

6. Berpotensi mendapatkan penerimaan dari penjualan Nilai Ekonomi Karbon sebesar Rp 0,06 Triliun/tahun (asumsi harga karbon 2 USD/ton CO2e).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini