Share

Anak Usaha SLJ Global (SULI) Raih Pinjaman USD3 Juta

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 278 2536812 anak-usaha-slj-global-suli-raih-pinjaman-usd3-juta-BQ1z6il06Q.jpg Anak usaha SULI raih pinjaman (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Anak usaha PT SLJ Global Tbk (SULI) meraih pinjaman USD3 juta. Emiten industri kayu olahan ini menyampaikan bahwa struktur keuangan Perseroan belum mencapai perbaikan yang diharapkan.

Dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (24/1/2022), Presiden Direktur SLJ Global Amir Sunarko mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya menjaga ketersediaan modal kerja untuk menunjang operasional perusahaan.

Baca Juga: Besok BEI Mulai Pemantauan Khusus Emiten, Ini Daftarnya

Terkait hal tersebut, pada 11 Januari 2022 PT Nityasa Prima, anak usaha SULI dengan kepemilikan 99,90% saham telah menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek sebesar USD3 juta dari Wisdom International Industrial Limited, yang merupakan perusahaan swasta asing yang berbasis di Hongkong.

Baca Juga: BEI Pantau Ketat Saham Wahana Inti Makmur (NASI), Kenapa?

“Pinjaman tersebut diperlukan sehubungan rencana PT Nityasa Prima untuk melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, untuk menjalankan rencana kerja tersebut dibutuhkan tambahan modal,” ujar Amir Sunarko, Sabtu (22/1).

Dengan ditandatanganinya perjanjian pinjaman tadi, Amir menyebut total kewajiban SULI meningkatkan menjadi USD53,29 juta.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Juni 2021, ekuitas SULI tercatat minus USD23,77 juta. Angka tadi menunjukan kenaikan dibanding periode yang sama tahun 2020 yang tercatat USD18,09 juta.

Sementara dari sisi kinerja, pada kuartal II-2021 tersebut, SULI tercatat membukukan penjualan sebesar USD21,61 juta, jumlah ini menurun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD27,52 juta.

Adapun dari sisi bottom line, perusahaan mencatat rugi bersih sebesar USD5,46 juta. Jumlah ini menunjukan perbaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat menderita rugi bersih USD9,52 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini