Share

Penjualan Bijih Nikel Antam Meroket 132% pada 2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 278 2536872 penjualan-bijih-nikel-antam-meroket-132-pada-2021-acD47SzMJL.jpg Penjualan bijih nikel Antam meroket (Foto: Shuttertsock)

JAKARTA โ€“ PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan penjualan komoditas nikel, terutama dalam bentuk bijih. Sekretaris Perusahaan Antam, Yulan Kustiyan menyampaikan bahwa untuk komoditas forenikel, mencatatkan produksi tanpa diaudit sebesar 25.818 ton nikel dalam forenikel (TNi) pada 2021.

Baca Juga: Antam Setor PNBP dan Dividen Rp1,63 Triliun ke Negara

Produksi tersebut relatif stabil jika dibandingkan tingkat produksi forenikel pada tahun 2020. Sementara itu, kinerja penjualan produk forenikel Antam pada 2021 Yulan menyampaikan tercatat solid dengan volume penjualan tanpa diaudit sebesar 25.992 TNi.

โ€œDi tahun 2021, produksi bijih nikel unaudited Antam yang digunakan sebagai bahan baku pabrik forenikel Antam dan penjualan kepada pelanggan domestik, mencapai 11,01 juta wet metric ton (wmt),โ€ jelas Yulan.

Baca Juga: Mengintip Prospek Saham Antam (ANTM) Usai Punya Bos Baru

Hasil tersebut meningkat 131% dibandingkan dengan tingkat produksi tahun 2020 sebesar 4,76 juta wmt. Berikutnya capaian kinerja penjualan bijih nikel unaudited Antam tahun 2021 di tahun 2021 mencapai 7,65 juta wmt, tumbuh 132% dari realisasi penjualan di tahun 2020 sebesar 3,30 juta wmt.

Yulian juga menyampaikan bahwa seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri, pada 2021 perseroan fokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel. Direktur Utama Antam Nicolas D. Kanter dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa capaian kinerja produksi dan penjualan segmen nikel Antam solid pada tahun 2021.ย 

โ€œSeiring dengan tingkat pertumbuhan permintaan produk komoditas Antam yang positif, kami mengoptimalkan capaian kinerja produksi dan penjualan komoditas utama perusahaan dengan menjaga biaya produksi tetap efisien,โ€ ujar Nicolas.

Kemudian dalam menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global, emiten anggota MIND ID BUMN Holding Industri Pertambangan tersebut fokus pada upaya penurunan biaya produksi serta implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal. Sepanjang tiga kuartal 2021, Antam mencatat ebitda mencapai Rp3,94 triliun, dan laba tahun berjalan 1,71 triliun.

Untuk komoditas nikel sendiri, Antam fokus pada pengembangan domestik bijih nikel. Dari segi kontribusi tiap segmen pada pendapatan, emas paling banyak memberikan kontribusi mencapai Rp17,67 triliun atau 67%, disusul feronikel Rp4,34 triliun atau 16% kontribusinya. bijih nikel Rp3,24 triliun atau 12%, dan bauksit serta alumina menyumbang Rp959,24 miliar atau 4% dari total kontribusi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini