Share

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Trial Run November 2022

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 320 2536664 kereta-cepat-jakarta-bandung-trial-run-november-2022-NNtMvNfpQW.jpg Kereta Cepat Jakarta Bandung. (Foto: Okezone.com/KCIC)

JAKARTA - Kereta Cepat Jakarta-Bandung siap melakukan trial run pada November 2022. Tak hanya itu, uji coba kereta yang membentang dari Halim, Jakarta hingga Tegalluar, Bandung ini diusulkan untuk jadi bagian dari kegiatan kunjungan G20.

“Saat ini progres KCJB terus berjalan dan sudah mencapai 79,90%. Kami akan ter-us melakukan upaya maksimal untuk mewujudkan trial run di akhir tahun 2022,” tutur Presiden Direktur KCJB, Dwiyana Slamet Riyadi, dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/1/2022).

Rencana ini juga didukung fakta di lapangan bahwa progres KCJB di semua lini konstruksi sudah mendekati 100 persen. Secara garis besar, progres proyek KCJB untuk konstruksi jembatan KCJB sudah mencapai 89,30%, Subgrade 78,41%, dan Tunnel 98,07% atau 10 dari 13 tunnel telah berhasil tembus.

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Terkendala Tekstur Tanah, Aman Dilintasi? KCIC: Tak Bisa Buru-Buru

Produksi Electric Multiple Unit (EMU) KCJB yang dilakukan di CRRC Sifang, Tiongkok pun sudah mencapai 85%. Artinya, 7 dari 11 unit EMU atau kereta yang akan digunakan untuk KCJB sudah selesai diproduksi.

Selain EMU, Comprehensive Inspection Trail (CIT) untuk kebutuhan maintenance dan uji coba KCJB juga sudah selesai dibuat. EMU atau kereta dan CIT untuk Kere-ta Cepat ini sendiri direncanakan akan tiba di Indonesia pada pertengahan 2022.

Dari sisi stasiun, pembangunan empat stasiun yang terdiri dari Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar pun sudah berjalan. Per Desember 2021, Stasiun Halim mengalami progres yang paling tinggi hingga 66,05%, disusul Te-galluar dengan 62,75%, dan Karawang 40,21%.

Baca Juga: Periskop 2022: Daftar Proyek Infrastruktur yang Siap Pamer, dari LRT hingga Kereta Cepat

Khusus untuk stasiun Padalarang, saat ini KCIC sedang menyiapkan segala kebutuhan untuk melakukan pembangunan stasiun tersebut, lengkap dengan rencana integrasinya.

Belum cukup sampai di situ, KCIC juga sudah memiliki Depo yang berlokasi di Te-galluar dengan progres pembangunan yang sudah mencapai 50,24%. Meski belum rampung sepenuhnya, Depo ini sudah bisa dioperasikan untuk kebutuhan proyek seperti pengelasan batang rel KCJB di fasilitas Welding Factory yang tersedia di sana.

“Dengan progres yang mencapai 79.90%, tentu sudah banyak yang sudah kami capai. Konstruksi bridge, Subgrade dan tunnel sudah hampir mendekati final. Rangkaian EMU dan CIT KCJB juga sudah diproduksi. Beberapa unit bakhan su-dah selesai produksinya dan rencananya akan tiba di Indonesia di pertengahan 2022 untuk dipakai saat trial run nanti,” papar Dwiyana.

Pihak KCIC bersama tim konstruksi dan para ahli juga sudah menemukan solusi untuk mengatasi kendala geografis berupa clayshale yang dihadapi dalam pengerjaan Tunnel #2, Tunnel #, dan Tunnel #6.

Adapun langkah yang dilakukan KCIC adalah dengan melibatkan ahli tunnel dari ITB dan Tiongkok. Titik penggalian pun ditambah dari dua menjadi empat arah. Jadi selain penggalian di titik inlet dan outlet, kontraktor melakukan penggalian di dua titik inclined shaft.

Di samping itu ada perubahan metode kerja dari three bench menjadi double side-wall untuk menghindari longsor, serta melakukan surface grouting di lapisan atas tunnel dengan melakukan drilling dan pengecoran di titik-titik rawan clay shale un-tuk memperkuat lapisan atas tunnel.

“Kami sangat bersyukur sekali karena KCIC bersama kontraktor KCJB sudah menemukan solusi untuk mengatasi kendala geografis di Tunnel #2, #4, dan #6. Tentu solusi ini jadi langkah yang besar saat upaya percepatan pembangunan ber-langsung karena ketiga tunnel tersebut berada di area clay shale dan masuk se-bagai titik konstruksi dengan tantangan geografis yang terberat,” ucap Dwiyana.

Adapun milestones lainnya dari proyek KCJB sepanjang 2021 selain yang sudah disebutkan sebelumnya adalah, Launching Gantry pertama kali yang berhasil melewati Tunnel #11 pada 27 Juli, Topping off Stasiun halim di 30 Juli, pengecoran Box Girder Full Span 32 meter sekaligus Cast in Situ ke-100 di DK0+500 pada 1 September, pengecoran terakhir untuk seluruh struktur long span 128 meter di sec-tion 1 & 2 pada 28 September, selesainya produksi 1 set EMU pertama di 1 Oktober, launching Gantry melewati Steel Truss Bridge DK110 pad 26 November, selesainya 4 set EMU dan 1 set CIT pada 1 Desember, pemasangan Slab Track Pertama di DK33 pada 29 Desember, serta penyelesaian Setoran Modal dari konsorsium BUMN Indonesia pada 31 Desember.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini