Share

Kecelakaan Maut di Balikpapan, Ada Usulan Bangun Fly Over

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 320 2536676 kecelakaan-maut-di-balikpapan-ada-usulan-bangun-fly-over-vCWPxb8JpQ.jpg Kecelakaan Maut di Balikpapan. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan perlu mitigasi yang dilakukan oleh stakeholder dalam menyikapi kejadian kecelakaan truk kontainer di Balikpapan.

"Yang penting adalah mitigasi untuk penanganan selanjutnya seperti apa. Akan diadakan rapat koordinasi dengan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR terkait dengan perubahan rekayasa yang akan dilakukan baik jangka pendek ataupun jangka panjang,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat(Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Viral Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut di Balikpapan karena Sedekah

Sementara itu, dia menuturkan, dalam jangka pendek dengan pembangunan jalur evakuasi sementara di sebelah kiri jalan dan jangka panjang yaitu usulan pembangunan fly over dari APBD Provinsi.

Dirjen Budi mengatakan bahwa akan diadakan pembatasan operasional kendaraan barang yang akan dilakukan pada pukul 10 malam hingga 5 pagi yang mengacu pada peraturan Walikota Balikpapan.

Baca Juga: Update Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan: 4 Tewas dan 1 Kritis

"Kondisi jalan dengan elevasi kurang lebih 10% memang kurang baik untuk turunan panjang, kondisi ini sama seperti di Kretek, Wonosobo dan Bumiayu. Maka, perlu dilakukan langkah mitigasi perbaikan seperti pembatasan operasional kendaraan angkutan barang," jelasnya.

Di samping itu, dia juga mengungkapkan bahwa telah ada temuan sementara pada kendaraan truk kontainer yakni adanya perpanjangan ROH (Rear Over Hang) dan perubahan konfigurasi pada sumbu ban sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi asli kendaraan.

"Dari hasil temuan sementara, adanya tambahan ROH dan perubahan konfigurasi sumbu ban dari 1-1 menjadi 1-2-2 pada truk tersebut. Tapi sampai saat ini kami masih berkoordinasi dengan KNKT dan pihak kepolisian karena penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi," ungkapnya.

Dirjen Budi berharap dan meminta kerja sama serta peran dari para pengusaha truk dan pemilik kendaraan logistik untuk mengutamakan aspek keselamatan dan menghindari muatan dan dimensi yang berlebih.

"Kejadian ini tentu berkaitan dengan ODOL (Over Dimension Over Loading) maka itu rencana ke depan mobil yang bermuatan berat akan dialihkan atau dilakukan transfer muatan untuk dibawa ke pelabuhan dengan kendaraan yang lebih kecil," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini