Share

Jokowi: Impor LPG Gede Banget, Mungkin Rp80 Triliun Itu Juga Harus Disubsidi

Athika Rahma, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 320 2536748 jokowi-impor-lpg-gede-banget-mungkin-rp80-triliun-itu-juga-harus-disubsidi-wwZA8kgirY.png Jokowi Resmikan Proyek Hilirisasi Batu Bara (Foto: Youtube Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti impor LPG yang sangat besar. Selain tingginya impor LPG, pemerintah juga harus memberikan subsidi LPG.

"Impor LPG kita ini gede banget, mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun impornya. Itu pun harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya sudah tinggi sekali, Rp60 triliun-Rp70 triliun subsidinya," kata Jokowi dalam groundbreaking proyek hilirisasi batu bara di Kabupaten Muara Enim, dikutip dari kanal Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Perintah 6 Tahun Proyek Hilirisasi Batu Bara Akhirnya Dibangun, Jokowi: Kita Nyaman dengan Impor

Untuk menyelesaikan masalah impor LPG, proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME) segera dimulai. Menurut Jokowi, proyek ini memang sudah seharusnya dilakukan sejak dulu. Namun, Indonesia masih melakukan kebiasaan mengimpor barang jadi padahal memiliki bahan mentahnya.

"Apakah ini mau diteruskan? Mau impor terus? Yang untung negara lain, yang terbuka lapangan kerja negara lain, padahal kita punya raw materialnya, batu bara yang diubah jadi DME," ujar Jokowi.

Jika proyek yang diinisiasi oleh PT Bukit Asam, Pertamina dan Air Products ini berjalan sesuai rencana, maka subsidi negara untuk LPG akan berkurang sekitar Rp7 trliun.

"Kalau semua LPG nanti distop, pindah ke DME, bisa kurangi subsidi LPG, duit yang gede sekali itu. Ini yang terus kita kejar selain kita perbaiki neraca transaksi berjalan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini