Share

Jokowi: Kita Sudah Berpuluh Tahun Nyaman dengan Impor, Tidak Berpikir Negara-Rakyat Dirugikan!

Athika Rahma, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 320 2536764 jokowi-kita-sudah-berpuluh-tahun-nyaman-dengan-impor-tidak-berpikir-negara-rakyat-dirugikan-mWYupsKW4W.png Jokowi Resmikan Proyek Hilirisasi Batu Bara (Foto: Youtube Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung impor Indonesia yang terlalu tinggi di sektor energi. Menurut Jokowi, impor yang dilakukan Indonesia sudah berpuluh-puluh tahun lamanya.

"Memang kita ini sudah berpuluh-puluh tahun nyaman dengan impor, memang duduk di zona nyaman paling enak. Rutinitas impor terus, nggak berpikir negara dirugikan, rakyat dirugikan," kata Jokowi dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Perintah 6 Tahun Proyek Hilirisasi Batu Bara Akhirnya Dibangun, Jokowi: Kita Nyaman dengan Impor

Hal ini disampaikan Jokowi saat groundbreaking proyek hilirisasi batu bara ke Dimetil Eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Menurutnya, lambannya eksekusi proyek ini disebabkan kebiasaan impor LPG padahal batu bara dalam negeri bisa diolah menjadi gas serupa.

Jokowi mencontohkan, dari sisi lapangan kerja. Pelaksanaan proyek hilirisasi batu bara ini disebut akan menyerap 11.000 hingga 12.000 tenaga kerja lokal. Tentu, hal ini lebih menguntungkan dibanding dengan mengimpor.

"Kalau ada 5 investasi seperti ini, 70.000 lapangan kerja akan tercipta. Itu yang langsung yang tidak langsung bisa 2-3 kali lipat," ujar Jokowi.

Selain itu, jika proyek ini selesai dan berjalan sesuai rencana, subsidi APBN untuk LPG bisa berkurang kurang lebih Rp7 triliun.

"Kalau semua LPG pindah ke DME, duit yang gede sekali itu, bisa dikurangi subsidinya dari APBN," ujarnya.

Jokowi berharap proyek serupa dijalankan di daerah lain karena jika sudah rampung, produk DME dari proyek ini hanya sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.

"Kurang lebih untuk 6 jutaan KK (Kepala Keluarga) saja. Kita memiliki deposit batu bara yang jauh dari cukup, kalau untuk urusan DME ini sangat kecil sekali," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini