Share

Ini Penyebab Tol Trans Sumatera Rusak, Bakal Ada Perbaikan Besar-besaran!

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 320 2537040 ini-penyebab-tol-trans-sumatera-rusak-bakal-ada-perbaikan-besar-besaran-ezszHGTzjb.jpg Jalan Tol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seluruh rekonstruksi perbaikan jalan tol Trans Sumatera Ruas Tol Terbangi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung dan Ruas Tol Kayu Agung - Palembang - Betung ditargetkan rampung April 2022.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan setelah dilakukan peninjauan terdapat 3 jenis persoalan yang akan dilakukan penyelesaian hingga April 2022. Pertama lubang dan retak, pemenuhan SPM (Standar Pelayanan Minimal) jalan tol, dan melakukan penghijauan pada rest area yang ada di Jalan Tol.

"Ada beberapa yang diinstruksikan oleh pak Menteri PUPR, pertama struktur jalan yang diperbaiki harus punya teknologi terbaik, kedua evaluasi yang berkelanjutan untuk rekonstruksi dengan merujuk pada evaluasi oleh para ahli, dan persetujuan mengenai rekonstruksi hanya bisa dilakukan setelah persetujuan dari PUPR," ujar Danang dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Menteri Basuki: Perbaikan Jalan Tol Trans Sumatera Tuntas Akhir April 2022

Danang menambahkan arahan lain dari Menteri PUPR proses rekonstruksi yang dilakukan harus selesai tepat waktu, sehingga seluruh ruas dari Terbangi Besar - Kayu Agung, Kayu Agung - Palembang itu akan tuntas dan memenuhi SPM 100% pada April 2022.

"Pelaksanaan detailnya kami sudah rekapitulasi lokasi-lokasinya, jenis kerusakan dan perbaikan, jenis temuan SPMnya, dan juga teknis pelaksanaannya," katanya.

Secara singkat beberapa jenis yang ditemukan dan diidentifikasi kerusakan yaitu plastic flow, kedua jenis kerusakan yang terjadi akibat kualitas pelaksanaan yang tidak baik, selanjutnya adalah masalah yang disebabkan karena terjadinya eksesif aspal. Aspalnya terlalu banyak sehingga melebar ke jalur yang lain.

Danang menambahkan ada juga masalah alligator tracks atau retak buaya, yang disebabkan oleh lalu lintas tinggi. "Karena kita tahu di tol Sumatera, itu 60-70% adalah kendaraan yang over dimensi dan over load (Odol)," lanjutnya.

Meski dilakukan perbaikan, Danang mengatakan tidak ada penutupan jalan pada ruas tol yang akan dilakukan rekonstruksi. Namun akan ditutup pada sebagian ruas jalan, atau dilakukan sistem contra flow.

"Jadi selama Januari hingga April akan terjadi rekonstruksi yang cukup besar, kami memohon kepada pengguna jalan untuk bisa lebih berhati-hati pada saat terjadi perbaikan secara menyeluruh di ruas tol tersebut," katanya.

Setelah selesainya kegiatan rekonstruksi, Kementerian PUPR akan mengecek kembali untuk melihat apakah SPM sudah dapat terpenuhi atau belum. Setelah itu barulah akan dilakukan penyesuaian tarif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini