Share

Mentan Ungkap Penyebab Mahalnya Harga Pupuk Non Subsidi

Antara, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 320 2537165 mentan-ungkap-penyebab-mahalnya-harga-pupuk-non-subsidi-k2KCUFcqEE.jpg Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Okezone/Kementan)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membeberkan penyebab harga pupuk non subsidi yang relatif mahal dibandingkan beberapa waktu sebelumnya dikarenakan bahan baku yang melonjak.

"Karena pupuk di dunia naik. Phospat naik tiga kali lipat harganya. Bahkan China tidak mengeluarkan phospatnya sekarang," kata Menteri Syahrul dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI dikutip Antara, Senin (24/1/2022).

Dia menjelaskan bahwa meskipun harga bahan baku pupuk naik berkali lipat, pemerintah menetapkan harga pupuk subsidi tetap. Akan tetapi dilakukan penyesuaian untuk harga pupuk nonsubsidi.

Baca Juga: Penyaluran KUR Tertinggi 2021, Menko Airlangga Beri Penghargaan ke Mentan SYL

Kemudian pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pada petani untuk melakukan pemupukan berimbang agar lebih efisien dalam penggunaan pupuk sekaligus meningkatkan kualitas tanaman.

"Oleh karena itu, target kami tahun ini mengajarkan tentang bagaimana pupuk berimbang, tidak menggunakan pupuk anorganik. Ke satu juta petani," katanya. Mentan mengemukakan program tersebut akan dimulai secepatnya.

Sementara Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan bahwa bahan baku seperti phospat dan KCL naik sekitar tiga kali lipat.

Baca Juga: Harga Telur hingga Cabai Rawit Merah Meroket, Ini Kata Mentan

Akan tetapi Bakir menerangkan Pupuk Indonesia masih menjual pupuk nonsubsidi di dalam negeri dengan harga yang lebih rendah dibandingkan di luar negeri.

"Sebagai info kami menjual harga pupuk kalau di pasar luar negeri 1.000 dollar AS, jadi harga ekspor itu Rp14,5 juta per ton. Tapi kami menjual di dalam negeri itu sebenarnya Rp9,3 juta per ton jadi ada perbedaan sekitar Rp5 juta antara dalam dan harga luar negeri. Jadi di dalam negeri itu Rp5 juta lebih murah dibanding harga di luar negeri," kata Bakir.

Selain itu, Bakir juga menjelaskan penyebab kenaikan harga pupuk selain dari bahan baku, juga terjadi kenaikan harga gas di Eropa. Kenaikan harga gas Eropa ini menyebabkan harga pupuk internasional melonjak.

"Dan tadi pak ketua dan Pak Menteri menyampaikan bahwa masalah banned pemerintah China tidak mengekspor pupuk, ini pengaruhnya cukup besar," kata Bakir.

Bakir menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia sebagai produsen tidak bisa mengatur harga karena harus mematuhi ketentuan dalam undang-undang yang berlaku tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini