Share

Kios Diobral, Punya Rp80 Juta Kini Bisa Usaha di Mal

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 470 2536848 kios-diobral-punya-rp80-juta-kini-bisa-usaha-di-mal-Zvza9CEddJ.jpg Fenomena Jual dan Sewa Tenant di Mal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga sewa tenant di mal dikurangi untuk menarik calon investor berjualan di pusat perbelanjaan. Pemilik juga rela membanderolnya dengan harga murah, salah satunya tenant seluas 2m2 yang berada di Mall Blok M Square. Lokasinya bisa dimanfaatkan untuk membuka bisnis atau usaha di mal, karena modal yang dibutuhkan semakin menyusut.

"Dijual murah banget. Harga Rp149 juta nego. Kalau nggak covid harganya bisa mencapai Rp200 jutaan lebih. Lantai basement dikelilingi foodcourt, pengunjung mall dan karyawan kantoran makan di foodcourt lantai basement Blok M Square," tulis pemilik dilansir dari situ OLX pada Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Tegas! Tak Punya Aplikasi PeduliLindungi Dilarang Masuk Mal

Sementara itu, di daerah Cengkareng terdapat tenant Mall Taman Palem yang dijual juga dengan harga murah. Dengan luas yang lebih besar, harganya berada jauh dibandingkan tenant yang berada di Blok M.

"Dijual kios usaha 3x3m di lantai 3 Mall Taman Palem, SHM (Sertifikat Hak Milik). Cocok untuk usaha / kantor, lokasi strategis. Harga jual Rp100 juta," tulis penjual.

Baca Juga: Pengumuman! Syarat Masuk Mal dan Tempat Publik Wajib Vaksin 2 Kali

Masih di tempat yang sama, pemilik lain menjual dengan harga murah, yakni Rp80 juta, itu pun masih ada ruang untuk bernegosiasi. Pemilik juga menawarkan perlengkapan usahanya yang merupakan bekas usaha ekspedisi.

"Langsung pemilik yang jual/sewa tanpa perantara. Luas 6 m2 + bagian luar dan samping 60 cm bisa dipakai untuk pajang pajangan toko (lebih kurang 3 m2)," katanya.

Fenomena ini tentu memerlukan solusi, jika tidak akan semakin banyak pemilik tenant yang pergi dari bisnis di pusat perbelanjaan.

Ketua Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengungkapkan salah satu langkah yang bisa dijadikan strategi adalah menghidupkan kembali aktivitas di area mal.

"Banyak melakukan aktivitas promosi, mencari produk-produk baru, konsep lifestyle terbaru supaya masyarakat datang ke mal karena saat ini banyak meeting atau produk FnB (makanan dan minuman) kami menampung untuk meeting di dalam mall itu," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini