Share

Bahlil: Tidak Benar Investasi Indonesia Hanya Dikuasai Sebagian Negara

Athika Rahma, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 320 2537673 bahlil-tidak-benar-investasi-indonesia-hanya-dikuasai-sebagian-negara-NuZO0BwXUM.jpg Menteri Investasi Bahlil sebut investasi Indonesia terbuka untuk semua negara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia terbuka untuk investasi dari seluruh negara yang berminat menanamkan modalnya di tanah air. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan, tidak benar jika Indonesia hanya membatasi investasi dari sebagian negara.

Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan terbukanya investasi proyek gasifikasi batu bara di Muara Enim oleh Air Products, perusahaan asal Amerika Serikat.

Baca Juga: Cerita Bahlil soal 'Hantu' Pengganggu Investasi Rp708 Triliun

"Ke depan hilirisasi batu bara untuk metanol, itu dari Amerika Serikat. Jadi keliru itu kalau investasi Indonesia dikuasai hanya sebagian negara," ujar Bahlil dalam Indonesia Economic Outlook 2022 HIPMI, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Kantongi Investasi Foxconn, Bahlil: Kita Kejar 20 Tahun

Sebelumnya, Bahlil juga mengatakan investasi Indonesia tidak hanya berasal dari Jepang, China atau Korea Selatan saja. Bahlil menegaskan, selama investor tersebut mau menaati peraturan di Indonesia, maka mereka dipersilakan untuk 'masuk'.

"Negara manapun selama tidak menabrak Undang-Undang saya akan persilakan untuk investasi," ujarnya.

Bahlil juga menjelaskan terkait dimulainya proyek gasifikasi batu bara ke Dimetil Eter (DME) di Muara Enim, Sumatera Selatan. DME ini digadang-gadang akan menjadi pengganti LPG yang harganya sudah meroket di pasar internasional.

Dia menyebutkan, Indonesia mengimpor LPG minimal 6 juta ton per tahun. Per 1 juta tonnya, pemerintah harus memberikan subsidi Rp 10 hingga Rp 20 triliun. Dengan DME, subsidi ini bisa dipangkas hingga Rp 6-7 triliun per 1 juta ton.

"Bayangkan 6-7 juta ton, efisiensinya bisa sampai Rp32 triliun. Ini bisa dipakai modal kerja UMKM, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini