Share

Bisa Bayar Utang Rp6.000 Triliun, Sri Mulyani Punya 'Orang Terkaya' Berharta Rp11.000 Triliun

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 622 2537580 bisa-bayar-utang-rp6-000-triliun-sri-mulyani-punya-orang-terkaya-berharta-rp11-000-triliun-QkcNgu2sMU.png Sri Mulyani (Foto: Instagram Sri Mulyani/@smindrawati)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani yakin bisa membayar utang pemerintah.

Tercatat, utang pemerintah mencapai Rp6.713 triliun per akhir November 2021.

Utang tersebut terdiri atas penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sejumlah Rp5.889,73 triliun dan pinjaman sebesar Rp823,51 triliun. Rasio utang ini mencapai 39,84% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Mengacu pada pernyataannya beberapa waktu lalu, Sri Mulyani yakin pemerintah bisa melunasi utang dengan realisasi belanja negara yang dikelola baik dan pertumbuhan ekonomi yang postif.

"Kalau kita belanjanya bagus, menjadi infrastruktur yang bagus, jadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas membuat ekonomi Indonesia tumbuh bagus, ya pasti bisa bayar lagi utangnya, termasuk SBSN ini pasti bisa dibayar Insya Allah dengan aman," katanya dalam video virtual, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga: Biodata dan Jejak Karier Rionald Silaban, 'Orang Terkaya' RI Berharta Rp11.000 Triliun yang Dicolek DPR

Di lain sisi, Sri mengungkap adanya orang terkaya Indonesia versi dirinya. Berbeda dengan bos Djarum seperti yang diketahui publik, orang terkaya ini adalah Rionald Silaban yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Pasalnya, nilai kekayaan Rionald Silaban dihitung berdasarkan besar aset negara. Jadi, aset Indonesia sebesar Rp11.098,67 triliun juga dihitung sebagai harta Rionald.

Adapun, nilai aset itu telah melonjak dibandingkan aset pada 2019 laluyang sebesar Rp10.467,53 triliun. Data Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat, aset negara telah meningkat 6,02%.

"Kenaikan nilai aset negara kita lebih dari Rp4.000 triliun, ini adalah sisi neraca yang tidak dibahas karena yang sering dilihat adalah sumbernya penerimaan," ujar Rionald Silaban.

Di lain kesempatan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan juga menyebut utang pemerintah masih dalam keadaan produktif dengan rasio normal di bawah 60% dari PDB.

“Itu (utang) adalah proyek-proyek dari pemerintah yang strategis, itu kan di mana-mana dilakukan. Jadi kalau utang kita Rp6.000 triliun selama itu adalah utang produktif dan bisa membangun dan rakyat menikmatinya dan kita bisa kembalikan kenapa jadi masalah?,” kata Menko Luhut dalam webinar virtual dikutip, Kamis (16/12/2021).

Uang dari utang itu pun disebut Luhut telah dimaksimalkan untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Jadi kalau misal ada yang kritik itu utang besar sekali, Kritiklah pemerintah dengan data-data dengan yang jernih, agar tidak salahpaham dan tidak membuat kabar atau berita-berita yang tidak baik,” urainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini