Share

Laba Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp10,8 Triliun, Saham BNI (BBNI) Menguat 3,68%

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 278 2538027 laba-naik-3-kali-lipat-jadi-rp10-8-triliun-saham-bni-bbni-menguat-3-68-MnLoDylsmM.jpg Saham BNI Menguat di Sesi I (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat pada perdagangan sesi I.

Penguatan saham ini usai BNI mengantongi laba bersih Rp10,8 triliun pada 2021. Laba ini meroket 232,2% atau tiga kali lipat dibanding tahun 2020.

Mengutip data perdagangan sesi I, Jakarta, Rabu (26/1/2022), saham BNI menguat Rp250 atau 3,68% ke level Rp7.050.

Baca Juga: BNI Kantongi Laba Rp10,8 Triliun pada 2021, Meroket 232%!

Saham BNI dibuka di level Rp6.875, dengan level tertinggi mencapai Rp7.100 dan level terendah Rp6.850.

Tercatat, pada perdagangan sesi I, nilai transaksi saham BBNI mencapai Rp240,4 miliar dan volume perdagangan 34,3 juta saham.

Terpantau, investor asing memborong saham BBNI dengan nilai beli bersih Rp81,5 miliar.

Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (BBNI) berhasil mencatatkan laba bersih 2021 sebesar Rp10,89 triliun, tumbuh 232,2 persen atau tiga kali lipat dibanding tahun 2020

“Kami menutup tahun 2021 dengan peningkatan laba bersih tiga kali lipat dari perolehan 2020 dan kami yakin itu sudah berada di atas ekspektasi pasar. Kami pun sepenuhnya memahami bahwa ada ruang untuk peningkatan lebih baik lagi depan,” kata Direktur Utama BNI (Persero) Tbk Royke Tumilaar saat konferensi pers secara daring seperti dilansir Antara, Rabu (26/1/2022).

Royke menyampaikan laba bersih tersebut mampu melampaui ekspektasi pasar. Pencapaian laba bersih tersebut dihasilkan dari Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang tumbuh 14,8 persen (yoy) menjadi Rp31,06 triliun.

Pencapaian tersebut, lanjutnya, lebih tinggi dari pendapatan operasional sebelum pandemi. Selain itu upaya perbaikan kualitas kredit melalui monitoring, penanganan dan kebijakan yang efektif membuat cost of credit membaik menjadi 3,3 persen.

“BNI mempercayai bahwa masih terdapat ruang untuk terus tumbuh kedepannya,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini