Share

30 Perusahaan Antre IPO Tahun Ini

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 278 2538092 30-perusahaan-antre-ipo-tahun-ini-R1Zje700I9.jpg 30 perusahaan siap IPO tahun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 30 perusahaan siap melakukan aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2022. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, pihaknya telah memiliki 30 perusahaan di pipeline yang siap IPO pada tahun ini.

Dirinya berharap, pertumbuhan aksi IPO di Indonesia kedepannya akan terus berkembang di masa depan. "Setelah mencapai rekor tertinggi di Asean, kami harapkan IPO di BEI terus bertumbuh," jelasnya, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: IPO Net Visi Media (NETV), Intip Profil Tamu Baru BEI di 2022

Disebutkan, dari 30 perusahaan tersebut, empat perusahaan merupakan perusahaan beraset kecil dengan nilai aset di bawah Rp50 miliar. Lalu, 14 perusahaan merupakan perusahaan aset skala menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Kemudian 12 perusahaan merupakan perusahaan beraset besar, dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.

Pada minggu keempat Januari 2022, terdapat tiga perusahaan yang akan melakukan aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Ketiganya tersebut adalah PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) yang telah mencatatkan saham Selasa (25/1), PT Net Visi Media Tbk. (NETV) akan melantai pada Rabu (26/1) dan PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT) yang akan melantai pada Jumat (28/1).

Baca Juga: Saham Autopedia Sukses Melesat 25% Usai IPO

Disampaikan Inarno, pertumbuhan IPO di Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Indonesia bahkan menjadi pasar dengan aksi IPO teraktif di wilayah Asia Tenggara pada periode 2006 hingga November 2021. Adapun, pada awal tahun ini, sudah ada dua perusahaan yang resmi melantai di bursa Indonesia dengan dana yang dihimpun sebesar Rp723 miliar. Sementara itu, jumlah perusahaan tercatat di bursa hingga pertengahan Januari tercatat mencapai 768 emiten.

Selain itu, BEI juga mencatatkan pertumbuhan investor di pasar modal pada awal tahun 2022. Dimana pertumbuhan ini melanjutkan tren sepanjang tahun lalu. Hingga 21 Januari 2022, BEI mencatat pertumbuhan jumlah investor baru di pasar modal sebesar 260 ribu orang. “Hingga 21 Januari 2022 ada penambahan lebih dari 260 ribu investor pasar modal menjadi 7,75 juta investor,”kata Inarno.

Dari pertumbuhan tersebut, BEI mencatat jumlah investor saham juga meningkat lebih dari 80 ribu investor menjadi 3,5 juta investor. Kemudian sebanyak 2,7 juta atau 81% dari investor di pasar saham adalah generasi milenial dan generasi Z. Pertumbuhan ini, kata Inarno, merupakan hasil dari upaya BEI bersama pemangku kepentingan terkait dalam melakukan sosialisasi, literasi, dan edukasi kepada masyarakat.

Sepanjang tahun 2021 lalu, BEI telah melakukan 10.242 kegiatan edukasi dengan jumlah partisipan sebanyak 1,3 juta orang. “Ke depannya, BEI akan terus meningkatkan kegiatan tersebut guna meningkatkan jumlah investor pasar modal di Indonesia,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini