Share

Pengusaha Taruh Harapan Besar di MotoGP Mandalika dan Presidensi G20

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2537901 pengusaha-taruh-harapan-besar-di-motogp-mandalika-dan-presidensi-g20-KUzZGZJEHZ.jpg Indonesia Economy Outlook. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meyakini bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan geliat pemulihan ekonomi yang cukup positif. Meski harus diakui ekonomi tumbuh secara bertahap dan belum merata di semua sektor.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H Maming mengatakan, roda perekonomian harus tetap berjalan. Menurutnya, 2021 adalah tahun yang penuh tantangan.

Namun ekonomi Indonesia berhasil pulih dan keluar dari resesi ekonomi, serta kembali mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Baca Juga: 4 Kader Hipmi di Kabinet Jokowi, Kepala BKPM: Kita Dipersatukan Kembali

"Di tahun 2022, kita menjaga optimisme bahwa pemulihan ekonomi akan semakin on the track seiring dengan berbagai sektor ekonomi yang semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bisa kembali ke 5%. Memang kondisi tidak mudah tapi pengusaha muda harus berjuang membawa perubahan," kata Maming, saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022, di Financial Hall CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Namun, kata Maming, masih ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai dan dihadapi, yaitu ketidakpastian pandemi Covid-19 dengan varian-varian baru Covid-19 yang terus bermunculan harus diwaspadai agar tidak merusak momentum kebangkitan ekonomi.

Baca Juga: Hipmi Gandeng MNC Group Berguru Bisnis Digital

Kemudian, kebijakan-kebijakan di dunia, terutama tapering off dan kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Sentral AS, The Fed yang bisa menyebabkan capital outflow dan bisa melemahkan nilai tukar rupiah.

"Selain itu, perkembangan harga komoditas dunia, disrupsi rantai pasok global, spill-over efek dari masalah utang raksasa seperti Tiongkok, dan Evergrande yang mencapai US$ 300 miliar akan lebih terasa tahun ini. Kondisi ini perlu jadi bahan antisipasi," ucapnya.

Adapun momentum yang menjadi peluang untuk semakin memantapkan pemulihan ekonomi. Selain indikator-indikator ekonomi dalam negeri yang membaik, beberapa event internasional akan digelar di Indonesia tahun ini.

"Pertama, MotoGP pada Maret 2022 di Mandalika, Presidensi G20 yang dilaksanakan pada awal Desember 2021 sampai dengan November 2022 dengan agenda 157 pertemuan. Keduanya merupakan event dunia yang dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia. Ini harus jadi momentum kebangkitan pariwisata di Indoenesia. Kita dorong ekonomi kreatif dan UMKM bisa menggeliat," ungkapnya.

Selain itu, stabilitas ekonomi harus dikelola dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19. Ia menyampaikan perlunya membangun kolaborasi swasta dan pemerintahan untuk Indonesia Maju.

"Prinsipnya kolaborasi, menteri dari keluarga besar HIPMI ada di BUMN, Menteri Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Presiden juga dari keluarha besar HIPMI, kuncinya kolaborasi perkuat ekonomi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini