Share

Utang PLN Turun Rp32 Triliun, Ini Penjelasan Dirut

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2538097 utang-pln-turun-rp32-triliun-ini-penjelasan-dirut-UbMes62Pgr.jpg Listrik (Foto: Dok PLN)

JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil menurunkan jumlah utang. Kini utang PLN mencapai sekira Rp430-an triliun, Jumlah uang tersebut turun jika dibandingkan pada 2021 yang sekira Rp450 triliun.

Menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, pihaknya berhasil mengelola utang perusahaan dengan baik, sehingga berhasil mengurangi hingga Rp32 triliun. Dengan pengurangan utang tersebut, persedian bisa melakukan melakukan efisiensi operasi dan investasi.

"Pertama kami memiliki utang yang cukup besar yaitu Rp450 triliun di awal tahun lalu. Kemudian selama setahun, kami berhasil mengurangi utang kami sebesar Rp32 triliun," ujar Darmawan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Rabu (26/1/2022).

 

Baca Juga: Erick Thohir: Utang PLN Besar, Enggak Bisa Nambah

Namun, Kementerian BUMN mengarahkan agar PLN tetap mengurangi belanja modal atau capital expenditure (Capex) pada tahun ini. Darman enggan menyebut berapa capex yang harus dikurangi BUMN di sektor kelistrikan itu.

Kepada Komisi VII DPR, Darmawan menjelaskan PT Indonesia Power atau IP salaku anak usaha PLN, tengah mengembangkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) baru. Artinya, dalam proses pengembangan RUPTL membutuhkan modal besar.

Hanya saja, dia memastikan PLN akan berkolaborasi baik dari sisi kebijakan, teknis, bisnis, operasional dengan pihak terkait untuk mendorong keberlanjutan bisnis yang tengah digodok saat ini.

"Arahan dari Kementerian BUMN bahwa selanjutnya capex kami bisa diturunkan, tetapi di tengah RUPTL yang baru menekankan pengembangan IP, karena itu tentu saja kami menekankan PLN berkolaborasi baik secara kebijakan, secara bisnis, secara teknik, operasional," katanya.

Secara keseluruhan, ada enam program yang akan direalisasikan PLN sepanjang 2022 ini. Keenam program itu meliputi perbaikan revenue modal dan meningkatkan electrifying lifestyle, lalu efisiensi operasi dan investasi.

Selanjutnya, mengembangkan ESG dan transisi energi, menata struktur korporasi dan unlock value portofolio bisnis, meningkatkan penjualan kWh dan beyond kWh, mengembangkan digitalisasi dan sistem manajemen untuk akselerasi transformasi.

"Kami juga membangun sistem manajemen untuk mengakselerasi transformasi. Jadi disini bukan hanya sistem teknologi dan digitalnya, tetapi juga human resource nya, bisnis prosesnya, kulturnya kita ubah," ujar Darmawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini