Share

Indonesia-Singapura Sepakat Kembangkan Interkoneksi Listrik Lintas Batas

Athika Rahma, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2538134 indonesia-singapura-sepakat-kembangkan-interkoneksi-listrik-lintas-batas-2yTseHB28M.jpeg Indonesia-Singapura Kerjasama Energi Terbarukan. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - Indonesia dan Singapura sepakat kerjasama dibidang kerja sama energi. Kesepakatan ditandatangani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng.

MoU kerjasama bidang energi akan memayungi sejumlah area, termasuk di antaranya pengembangan EBT seperti PLTS dan hidrogen; interkoneksi listrik lintas batas dan jaringan listrik regional, perdagangan energi, pembiayaan proyek energi; dan peningkatan kapasitas SDM.

Baca Juga: 4 Fakta Tarif Listrik Non Subsidi Akan Naik, Jangan Kaget Tagihan Membengkak

"Saya melihat nilai penting MoU di level G-to-G sebagai dasar kedua negara untuk mendorong dan meningkatkan insiatif proyek kerja sama energi, baik di tingkat pemerintah maupun di tingkat bisnis," kata Arifin dalam keterangan resmi, Rabu (26/1/2022).

Di samping itu, MoU tersebut mengatur pelaksanaan Kelompok Kerja Energi (Working Group on Energy) yang akan menjadi forum rutin untuk menetapkan, memantau, dan mengevaluasi kerja sama energi antara kedua negara.

Baca Juga: Dukung Subsidi Listrik Langsung ke Masyarakat, Erick Thohir Singgung Mafia

"Saya yakin Working Group jadi forum krusial bagi kedua pihak untuk bekerja sama membantu merealisasikan transisi energi pada masing-masing negara. Topik seperti CCUS dan pengembangan energi baru dan terbarukan akan menjadi perbincangan," jelas Arifin.

Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga menyampaikan urgensi pengembangan EBT antara kedua negara untuk mendukung pengembangan Green Data Centre dan Industri Berbasis EBT (Renewable Energy Based Industry/REBID). Pengembangan EBT juga akan berkontribusi pada upaya transisi energi dan komitmen pengurangan emisi karbon kedua negara.

Sebagai informasi, acara penandatangan tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Singapura Suryapratomo dan Duta Besar Singapura untuk Ri Anil Kumar Nayar.

"Ini kali pertama perjanjian G to G mengenai sektor energi bagi kedua pihak. Maka dari itu, ini menjadi milestone hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura," jelas Arifin.

Arifin mengungkapkan, posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi Singapura untuk turut serta berkontribusi mewujudkan tujuan dari transisi energi. "Termasuk di dalamnya topik mengenai aksebilitas energi, pengembangan smart dan clean technology, serta pembiayaan energi," tegas Arifin.

Sebelumnya, pada tanggal 25 Oktober 2021 Menteri ESDM menyaksikan penandatanganan 2 (dua) Joint Development Agreement (JDA) di bidang pengembangan PLTS antara entitas bisnis Indonesia dan Singapura, yaitu JDA antara PT Trisurya Mitra Bersama (Suryagen) - PLN Batam dan Sembcorp Industries, dan JDA antara Medco Power Energy dengan Gallant Venture dan PacificLight Energy.

JDA ini akan memayungi rencana ekspor tenaga listrik yang dihasilkan dari PLTS di Indonesia ke Singapura menggunakan teknologi transmisi kabel laut HVAC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini