Share

Kronologi Anak Buah Sri Mulyani Palsukan Dokumen BLBI

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2538271 kronologi-anak-buah-sri-mulyani-palsukan-dokumen-blbi-ecVRnAyfWq.jpg PNS Kemenkeu palsukan aset tanah BLBI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani diduga memalsukan aset tanah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Rionald Silaban menegaskan PNS yang memalsukan dokumen BLBI berjumlah 1 orang.

"Perbuatan itu ketahuan ketika kami di Satgas BLBI mulai menelusuri ada aset kami dan kita melihat di lapangan adanya suatu tindakan terhadap aset tersebut dan setelah kita teliti ada surat dari pejabat kami yang tidak dikeluarkan oleh pejabat kami," ujar Rionald dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Kacau! PNS Kemenkeu Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Dengan adanya kejanggalan tersebut, pada awalnya pihaknya melaporkan perbuatan itu kepada Bareskrim untuk dilakukan pengembangan sampai Polres Bogor. Dari situ diketahui ada 1 pegawai muda DJKN yang terlibat pemalsuan surat aset BLBI.

"Oleh Polres Bogor diteliti ternyata ada 1 orang pegawai muda yang terlibat, yang bersangkutan melakukan pemalsuan surat. Jadi ada 1 orang, bukan 11 orang," sambung Rionald.

Baca Juga: Menko Polhukam: Satgas BLBI Sudah Kuasai Aset Senilai Rp15,11 Triliun

Hal ini penting, karena pihaknya ingin memastikan bahwa aset negara tidak dipermainkan. Kalau pun ada oknum-oknum, Rionald menegaskan bahwa pihaknya akan menindak secara tegas.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD menyebut 1 orang pegawai DJKN ditangkap karena pemalsuan aset tanah BLBI. Selebihnya adalah komplotan sehingga jika ditotal berjumlah sekitar 11 orang.

"PERSISNYA: 1 orang pegawai DJKN yg sekarang sdh dinonaktifkan. Selebihnya adalah komplotan," tulis Mahfud di akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd. Hal itu meluruskan pernyataannya terkait 11 pegawai DJKN yang ditangkap.

Kejadian ini dilakukan oleh para oknum sebelum adanya pembentukan Satgas BLBI. Setelah Satgas terbentuk, permainan para oknum terbongkar dan langsung diproses hukum.

"Itu bukan naif, bukan nista bagi kami, tapi itu prestasi. Karena mereka ini melakukan sebelum terbentuknya Satgas BLBI. Sesudah BLBI terbentuk, dibuka semua dokumennya, ternyata ada yang berubah. Ditangkap orangnya," tegas Mahfud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini