Share

Harga Emas Berjangka Anjlok Merespons Pernyataan Powell

Antara, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 05:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 320 2538413 harga-emas-berjangka-anjlok-merespons-pernyataan-powell-jJQqG6SuIt.jpg Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas mempercepat penurunannya dalam perdagangan elektronik setelah pejabat Federal Reserve AS mengatakan mereka berharap "akan segera menaikkan" suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD22,8 atau 1,23%, menjadi ditutup pada USD1.829,70 per ounce. Di pasar spot, emas jatuh 1,6% menjadi diperdagangkan di USD1.818,66 per ounce pada pukul 20.32 GMT.

Baca Juga: Emas Antam Naik Rp3.000, Paling Murah Dijual Rp525.000

Tak lama setelah pasar tutup, pernyataan pertemuan FOMC keluar, menyatakan bahwa Federal Reserve mengharapkan akan segera menaikkan suku bunga, dan akan mengurangi pembelian aset serta mengakhiri pembelian pada Maret seperti yang direncanakan.

Penurunan harga emas cepat karena dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah melambung setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan pergeseran dari langkah-langkah dukungan ekonomi era pandemi, di mana bank sentral berada pada jalur menaikkan suku bunga pada Maret.

Baca Juga: Harga Emas Antam Segram Naik Jadi Rp947.000

Pejabat "berpikiran" untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 Maret, Powell mengatakan pada konferensi pers setelah rilis pernyataan kebijakan terbaru Fed, memicu lonjakan imbal hasil dan dolar, menurunkan minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Komentar hawkish Powell mengindikasikan kenaikan suku bunga Maret, menekankan kekuatan ekonomi dan mencatat bahwa neraca Fed terlalu besar dan perlu dikurangi, telah memicu aksi jual obligasi dan dolar yang lebih tinggi, yang belakangan telah menekan emas ke posisi terendah," kata pedagang logam mulia independen yang berbasis di New York, Tai Wong.

Kenaikan suku bunga meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Sementara permintaan fisik dan ETF (Exchange Traded Fund) tetap kuat, komentar hawkish Powell tampaknya akan membatasi emas di sekitar 1.850 dolar AS dalam jangka pendek."

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (26/1/2022) bahwa penjualan rumah baru AS meningkat 11,9% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 811.000 unit bulan lalu, level tertinggi sejak Maret.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 8,9 sen atau 0,37%, menjadi ditutup pada USD23,807 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD20,4 atau 1,99%, menjadi ditutup pada USD1.045,9 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini