Share

The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga pada Maret, Powell Janji Perangi inflasi

Antara, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 320 2538432 the-fed-bakal-naikkan-suku-bunga-pada-maret-powell-janji-perangi-inflasi-i06YSmLvED.jpg The Fed bakal naikkan suku bunga pada Maret (Foto: Reuters)

JAKARTA - Federal Reserve AS mengatakan kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Maret 2022. Bank Sentral AS juga menegaskan kembali rencana untuk mengakhiri pembelian obligasi bulan itu sebagai upaya untuk menjinakkan inflasi.

"Komite berkeinginan untuk menaikkan suku bunga dana federal pada pertemuan Maret dengan asumsi bahwa kondisinya sesuai untuk melakukannya," kata Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell.

Baca Juga: Tapering The Fed Dipercepat, Suku Bunga Naik Kapan?

Powel menegaskan pernyataan kebijakan dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral bahwa hanya mengatakan suku bunga akan naik "segera."

Kenaikan suku bunga berikutnya dan pengurangan kepemilikan aset Fed akan mengikuti sesuai kebutuhan, kata Powell, sementara para pejabat memantau seberapa cepat inflasi turun dari tertinggi multi-dekade saat ini kembali ke target 2,0% bank sentral.

Baca Juga: Siap-Siap! The Fed Beri Sinyal Tapering Off Dimulai November

Banyak yang belum diputuskan, katanya kepada wartawan setelah akhir pertemuan kebijakan dua hari Fed, termasuk laju kenaikan suku bunga berikutnya atau seberapa cepat para pejabat akan membiarkan neraca besar-besaran turun.

Tetapi Powell secara eksplisit menekankan kepada satu poin kunci: bahwa dengan inflasi yang tinggi dan untuk saat ini tampaknya semakin buruk, The Fed tahun ini berencana untuk terus menekan kredit dan mengakhiri dukungan luar biasa yang telah diberikan kepada ekonomi AS selama pandemi virus corona.

Sejak pertemuan kebijakan terakhir The Fed pada Desember, Powell mengatakan, inflasi "belum membaik. Mungkin menjadi sedikit lebih buruk ... Sejauh situasi semakin memburuk, kebijakan kami harus mencerminkan hal itu."

"Ini akan menjadi tahun di mana kita bergerak dengan mantap menjauh dari kebijakan moneter yang sangat akomodatif yang kita terapkan untuk menangani dampak ekonomi dari pandemi," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini